Senin, 12 Januari 2015

Perkebunan Teh Tambi dan Gunung Perau

              
  Perkebunan Teh Tambi, Dieng, Banjarnegara. Tak jauh dari obyek wisata Dieng, di kanan jalan saat naik, dan di kiri jalan saat turun ke bawah, terdapat perkebunan teh yang menghampar luas. Suasana masih asri belum tersentuh campur tangan manusia tak bertanggung jawab dan pabrik-pabrik atau gedung-gedung besar. Udaranya sejuk, cukup untuk merilekskan diri dari kepadatan kegiatan sehari-hari. Tidak ada biaya masuk untuk kesini. Karena ini murni perkebunan teh, maka dari itu kita bisa puas berfoto-foto mendapatkan hasil foto dengan nuansa Perkebunan teh. Tidak usah jauh-jauh, lokasinya berada di Banjarnegara Jawa Tengah. Cocok untuk berwisata ketika penat dengan keadaan.



                Warga disini sangat ramah. Banyak juga yang menyediakan homestay dengan harga yang beragam. Serta terdapat penjual-penjual makanan atau minuman di sekitarnya. Tak Jauh dari sini juga ada Sunrise Pendakian Gunung Perau. Di post pertama Pendakian Gunung Perau, kita cukup membayar biaya sekadarnya. (saya lupa itu berapa). Disana juga ada penyewaan tenda, ada juga yang menyediakan jasa pembawa barang atau penunjuk jalan. Tapi jangan takut, jalan mendaki Gunung Perau juga tidak sulit. Karena sudah terarah. Untuk pendaki pemula seperti saya, harus menyiapkan tenaga yang extra. Karena menaikinya penuh dengan tanjatan curam. Jangan lupa bersepatu, karena jalannya sedikit licin. Memang mendaki penuh dengan rintangan, tapi setelah sampai di puncak…LUAR BIASAAAA!!!! Sangat indah dan sangat menakjubkan. Melihat matahari terbit di puncak Gunung yang menghampar bunga-bunga kecil di sekitarnya. Untuk yang berpasangan, ini sangat menarik. Kalian bisa mendapat foto yang istimewa. Dan tenang untuk yang membawa mobil atau kendaraan, di post pertama banyak lahan parkir yang dijamin aman. Ini bukan dimana-mana. Tidak jauh. Hanya di Banjarnegara Jawa Tengah.
Sekitar pukul 5 pagi, saat matahari terbit. Udaranya jangan ditanya lagi…Sangat dingin.

Di belakang saya terdapat pendaki-pendaki lain yang juga berkemah menunggu matahari terbit. Kita bisa mendapat banyak teman dari sini loooh. Karena di post atau di perjalanan, sering bertemu atau bahkan terkadang satu perjalanan dengan kita jika mau. Saat sudah sampai diatas, kadang ada yang terlupa tidak membawa korek atau kehabisan air, jadi solidaritas disini sangat kental. Kami saling berbagi.

                Sudah menjelang siang, kami tertidur di tenda saat sudah kedinginan dan kecapaian. Sewaktu bangun, ternyata matahari sudah tinggi. Tapi tetap saja, udara masih terasa dingin.

Abaikan muka bangun tidur kami yaaaa…

Lihat gradasi warnanya!!! Subhanallooh … <3

Gunung Kidul


Pantai Poktunggal, Gunung Kidul, DIY. Pasir putih halus menghampar luas dengan birunya laut dan angin sepoi sepoi dipadu dengan teriknya matahari. Jalan menuju pantai ini memang tidak memadai dan memerlukan perjuangan. Karena tidak semulus jalan lainnya. Tapi pemandangan yang didapat sungguh indah. Surga dunianya pantai. Rentengan pantai di Gunung Kidul memang memiliki pemandangan bagai nirwana. Untuk sekedar berwisata, mencari foto, foto prewedding, yearsbook, sangat direkomendasikan.

Sepanjang perjalanan ke Gunung Kidul, kita bisa melihat kerlap-kerlip lampu di kota Yogyakarta. Bukit Bintang namanya.

 Tulisan Gunung Kidul menjadi tempat favorit para pengunjung, sebagai bukti mereka pernah menginjakkan kaki di nirwananya Yogyakarta.






Lihat, pantainya sedang surut.




 Pantai Air Terjun. Saya lupa apa nama dari pantai ini, yang jelas di pantai ini ada air terjun yang mengalir dari atas ke pantainya. Lokasinya berada di rentengan pantai Gunung Kidul, tepatnya searah jalan dengan Pantai Poktunggal. Masih sepi di pantai ini. Karena memang jalannya sangat bergelombang dan sangat rusak. Dan banyak karang-karang yang curam. Tapi untuk yang suka berfoto di pantai namun kesal karena setiap foto terdapat kebocoran karena banyak orang lain yang berwisata, disinilah tempat yang tepat. Pantainya sepi dan masih sedikit pengunjung.
Pantai Sundak. Pantai berpasir putih penuh kerang ini masih berada di rentengan pantai Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Saat surut, kita bisa berjalan melihat rumput laut hijau yang menyejukkan mata. Terdapat juga karang besar, seperti di Tanah Lot, Bali. Tak perlu jauh-jauh,di DIY pun ada.

                


               


                




               



Batu Pandang Ratapan Angin




                Batu Pandang Ratapan Angin, Dieng, Banjarnegara. Lokasi terdapat di atas Telaga Warna, jadi dari obyek wisata Telaga Warna, terus saja naik mengikuti jalan hingga melewati Dieng Teather. Kemudian tak jauh dari itu, ada baleho besar bertuliskan Batu Pandang Ratapan Angin di kanan jalan, di seberang warung. Diharapkan membawa sepeda motor, karena mobil hanya akan parkir di jalan raya, karena tidak terdapat lahan parkir yang memadai. Dengan membayar hanya dengan Rp 10.000,-/orang dan berjalan sekitar lima menit, kita sudah dapat memandang Telaga Warna dan Telaga Pengilon dari saung yang sudah berada diatas tebing batu. Diatas tebing batu, kita juga dapat memandang sekitar dengan view yang benar-benar amazing dan tidak didapatkan dari tempat lain. Udara yang dingin juga membuat badan terasa fresh kembali setelah penat dengan pekerjaan, atau hiruk pikuk kota yang sangat berbeda dengan nuansa di Dieng yang masih asri. Wisata alam yang sangat menarik dan membuat diri kembali segar. Namun untuk mendapatkan hasil foto yang bagus, dikondisikan jika ingin naik, jangan pada saat musim hujan. Karena pemandangan akan tertutup kabut tebal dan tidak akan terlihat apa apa. Biasanya pada pagi hari, pemandangan mencapai puncak indahnya. Langitnya sangat biru, dan Telaganya terlihat sangat indah. Udara bersih dari kabut sehingga seluruh sudut bisa terlihat jelas. Jangan khawatir pulang kemalaman atau kedinginan karena hujan, banyak terdapat homestay di sekitar obyek wisata. Harganya bervariasi. Dan di komplek wisata ini terdapat penjual-penjual minuman sehingga menjaga badan tetap hangat, juga banyak yang menjual sarung tangan, kaus kaki, topi, syal, maupun jaket karena situasi dan kondisi yang memang dingin. Selain itu, jangan takut bila terjadi suatu kecelakaan di obyek wisata Batu Pandang Ratapan Angin. Karena terdapat biaya asuransi pada tiketnya. Jadi, kita bisa berwisata berpetualang mencari foto yang bagus dan membuat iri yang melihatnya. Ini bukan di luar negeri, cukup di Banjarnegara Jawa Tengah, kita bisa mendapat hasil foto yang mendunia. Come on!