Jumat, 26 Juli 2013

ingin kembali

kenapa disini aku tidak pernah merasa betah? apa karna jauh? apa karna aku kesepian? apa karna terlalu tidak dipedulikan? apa karna muak melihat adik2 yg nakal? atau karna pembantu2 yg angkuh? atau karena tempat tidurku tidak senyaman dulu? apa karena kamarku lebih sempit? atau karena udara disini panas?
entahlah ... mungkin salah satu alasan dari semua itu. aku ingin pulang, ingin kembali kehidupanku yang dulu .. aku ingin dekat lagi dengan teman2. aku ingin kembali ingin sekali ...
Ayah, aku iri melihatmu memperhatikan dan membelai sayang anakmu. memenuhi semua keinginannya dan selalu saja berada di dekatmu. aku iri, rasanya dulu kau lebih sering menghabiskan waktu dengan pekerjaanmu. dan sekarang, kau juga tak ada waktu untukku. aku butuh perhatianmu Ayah, aku rindu. harusnya kau mengerti, aku yang saat ini sedang terpuruk merasa sangat sepi. aku selalu saja merasa tak berarti untuk siapapun.
bila aku bisa hidup sekali lagi, aku ingin kembali. memutar waktu dan tak akan kubiarkan kalia berpisah. yang membuat hidupku sekarang berantakan,kesepian dan penuh rasa iri dengki. aku tak ingin memelihara rasa itu. aku butuh kasih sayang. aku ingin kembali ke yang dulu. sekali lagi

Kamis, 25 Juli 2013

Happy Ending?

Alhamdulillah ya .. ternyata Allah benar-benar mendengar doaku. Bukti dari kebesaranNya. Iya, aku tau. Allah memang tidak pernah tidur, dia selalu mendengarku, memperhatikanku. Inikah jawaban semuanya Tuhan? Terimakasih :)
                                                                      ***

Satu tahun lebih, aku dan keempat temanku putus komunikasi, tak saling sapa, bahkan sudah saling melupakan. Hadir kalian memang sudah tak lagi muncul setiap waktu seperti dulu di hadapanku, tapi satu yang kalian tahu, kalian sering kali datang memenuhi otakku. Mendesak segala kenangan yang pernah kita buat. Semua hal yang pernah kita lalui. Tentu saja, BERSAMA. Kata itu, kata itu lah yang tak pernah kita gunakan lagi. Kita tak pernah bersama lagi kawan ... Satu tahun berlalu begitu kelam, tanpa ada warna dari hadir kalian. Menyesalkah aku? Sangat!!! Aku sangat menyesal menyia-nyiakan waktu dan lebih memilih memenuhi gengsiku yang tinggi, sampai-sampai gunung Himalaya minder dibuatnya. Aku memang egois, sebagian besar mungkin ini salahku. Aku yang bodoh, aku yang terlalu egois dan terlalu ingin menang sendiri. Ku akui itu, tapi kawan, ingatlah selalu kebaikanku saat kalian membenciku. Segalanya, entah kebaikan kecil atau besar. Begitulah caraku menghapus sepi dan menghindari membenci kalian, aku berpikir tentang kebaikan-kebaikan kalian dan menghapus segala keburukan serta kekurangan kalian. Aku tidak ingin rasa benci bersarang didalam jiwaku.
Ulang tahun, peristiwa itu lah yang menyatukan kita berlima kembali. Kita yang mencari kebahagiaan, kita yang memahami isi hati kita masing-masing. Melewati setengah jalan dari persahabatan kita yang mulai pudar. Kawan, kawanku tersayang. Kalian lah yang pernah membuatku bersinar , kalian lah yang pernah mengisi hari-hariku dan menuliskan banyak kisah kebersamaan. Selalu ... selalu aku menangis sendu bila kuingat, kita putus hubungan dan saling berjalan masing-masing. Tapi aku bersyukur , kekosonga itu telah terisi kembali kini. Kita memulai lagi dengan awal kertas putih kosong yang bersih tanpa noda. Cerita kita yang meredup kini akan bersinar kembali seperti dahulu. Lusa, aku bahagia, dalam hari istimewa kawanku yang kukira tak akan pernah kembali kedalam kehidupanku justru membuat kita berkumpul kembali. Satu lagi kebesaran Tuhan. Bukti Tuhan menyayangiku,ketika aku merasa tak ada lagi yang peduli denganku. Disaat Ayah dan Mamahku bahkan Nenek  kesayanganku perlahan-lahan ingin menghilang dariku dan memandangku berbeda dari biasanya. Di kupingku seperti terdengar "Pergi kamu. Aku tidak suka denganmu." dari pandangan mereka padaku. Pandangan dingin dan terkesan membenci. Apa aku begitu buruk dihadapan mereka? Apa segala yang kuperbuat selalu salah? Apakah aku tidak berarti sama sekali dan hanya merepotkan? Hanya seorang anak yang tidak ada artinya lagi dan menyusahkan? Jika iya, aku benar-benar akan pergi dari semuanya. Untuk kebahagiaan Ayah dan Mamahku. Bila memang aku sudah tidak berarti dan tidak dipedulikan kembali. Mamah ... Bukankah aku yang terlebih dahulu ada di kehidupanmu dari pada Pria itu dan anakmu yang sudah menyita kasih sayangmu dariku? Apa begitu salah aku dimatamu? Tak pernah membuatmu bahagia? Ayah ... Mengapa kau lebih sayang dengan dua orang anakmu dari Ibu yang memang baik tapi cuek itu? Apa dimatamu aku hanya menyusahkan dan merepotkanmu? Aku sepertinya hanya beban bagi kedua orang tuaku. Aku tidak ingin membenci mereka, aku sayang mereka dan aku ingin berbakti. Bila memang aku harus berbakti dengan cara menghilang dari kehidupan kalian, aku rela ...
Kawanku, apa aku juga tidak dianggap di luang lingkup kelas? Bukan keluarga kelas lagi dan bukan salah satu kawan dari kalian lagi? Begitu menyebalkankah aku? Tidak apa-apa, aku yang akan menjauh ...
                                                                      ***
Tuhan , begitu banyak masalah yang saat ini kuhadapi. Aku membutuhkan seseorang yang bisa kubagi dengan segala ceritaku. Menopang tangisku dengan pundaknya dan haya terdiam membelai rambutku. Tak perlu banyak berkata dan memandangku dengan penuh sayang. Aku membutuhkan seseorang yang dapat membuat nafasku lebih berarti , aku butuh perhatian dan aku butuh kasih sayang. Tapi aku tahu, saat ini Kau masih menyimpannya untukku. Sampai tujuh bulan berlalu kuhadapi sendiri. Masihkah Kau terus menyimpannya? Aku membutuhkannya untuk hari-hariku yang berat Tuhan ... Aku hanya bisa melimpahkan semua perasaanku dalam setiap kata setiap baris setiap paragraf yang aku tulis tanpa ada perhitungan,perencanaan,dan pemiliha kata yang baik. Semua mengalir begitu saja dengan jari-jariku dan setiap bulir air mata yang jatuh. Semua mengalir dan semua kutulis dengan penuh minat. Sampai-sampai, laptop yang sedang menjadi kambing hitamku ini ingin aku telan bulat-bulat. Tapi aku tidak boleh patah semangat kan Tuhan? Kau akan memperlihatkan sayangMu padaku satu persatu kan Tuhan? Aku tahu, berkumpulnya Yaris adalah salah satu bentuk sayangMu padaku. Terimakasih Tuhan. Aku tahu, kau akan memberi Happy Ending padaku. Tuhan, aku juga tahu Kau mendengar segala desah tangisku, Kau mendengar setiap kata yang kuucap. Aku tahu Kau maha Besar :')

Senin, 22 Juli 2013

YARIS

Dari kalian, aku belajar arti persahabatan. dari kalian aku belajar arti perpisahan dan dari kalian aku belajar arti kehilangan. sahabtku ... aku rindu kalian. My bestiest :')
Aku masih ingat betul lho bagaimana asalnya nama Yaris. Aku juga masih ingat betul bagaimana kegilaan kita berlima dalam bergaul. Canda ria kita, sedih bareng kita. aku ingat semuanya , tak ada satupun yang terlewat. Yaris ... iya yaris. memang merk mobil, tapi kami bukan mobil. kami gadis-gadis remaja yang sedang labil. sedang mencari jati diri dan sedang senang-senangnya bermain. saat itu kami kelas tiga SMP. saat-saat menegangkan karena menjelang ujian. kami tidak satu kelas, bahkan kami tidak satu sekolah. kenapa kami bisa akrab dan sangat akrab? yah ... semuanya mengalir begitu saja. tiada hari yang tidak kami lewatkan bersama. aku ga akan pernah lupa bagaimana kita berlima berfoto bersama da berbagi lelucon bersama. Malam ini, setelah satu tahun kita perang dingin, aku terkejut benar-benar terkejut dua dari kalian menghubungiku. mencari-cari keberadaanku, bahkan berkata merindukanku :')
sahabatku ... sahabat lamaku ... kalian kembali? kita berkumpul lagi seperti dulu? aku akan bahagia sekali. setelah kehilangan sayang dari mamahku. setelah aku pergi dari rumah. kalian datang? kalian seperti membawa cahaya baru untukku.

Kita berlima, biasanya berkumpul di rumah sahabat terdekatku. sahabat kental yang sudah aku anggap saudara sendiri. apapun kulakukan dan apapun akan kubagi dengan dia. kita berlima selalu saja kesusahan motor dan uang. tapi tidak menjadi penghalang untuk kita beraksi gila. pernah aku berdua dengan sahabat kentalku membolos dari sekolah dan pergi ke luar kota, masih memakai seragam,tidak punya uang,dan bingung mau kemana. begitulah ... tapi kami tetap nekat dan berakhir fun. sering sekali aksi nekat kami berakhir fun. seperti saat ke luar kota yang cukup jauh, aku hanya berdua dan tidak membawa uang, aku hanya memakai dress dan diguyur hujan sangat lebat. hanya berdua. dua cewek yang belum menginjak bangku SMA. iya, kami masih SMP. menjelang ujian, kami berlima sering sekali main. bukannya mengurangi main. bahkan malam sebelum ujian nasional matematika, kami main dengan puas. kami juga berbagi jawaban saat Ujian Nasional. Kami ingin kami berlima lulus tanpa ada yang tertinggal di bangku SMP. Setelah ujian, di free month, kami semakin sering saja bermain,berfoto-foto dan pergi ke tempat-tempat nongkrong. kami makan sepiring berlima, bahkan kami sering kencan dengan pacar bersama-sama. sampai akhirnya masalah itu datang. semuanya begitu cepat ya? kita menulis berbagai kisah dengan waktu yang lama, tapi cukup sebentar saja untuk membakar semuanya. hangus persahabatan kita. sampai sekarang ini. da aku berharap kepada Tuhan, malam ini, di bula ramadhan yang penuh berkah ini, persatukanlah kami kembali. persatukanlah ya Tuhaaan ... aku masih ingin menjalin persahabatan dengan mereka. semoga ini satu titik terang masalah kita selama ini :')
Ini mobil yaris ,
tapi yaris itu kita berlima :)

  

DENGARKAN

Dengar aku .. dengarkan ceritaku. simaklah dan perhatikan. berikan respon yang membuat hatiku senang. tunjukkan kau pandai menghargai orang lain, buat aku nyaman denganmu .. jangan buat aku merasa berkecil hati, tuntun aku dalam pancaran sinarmu. gandeng aku menuju secercah cahaya di ujung sana, cahaya kesuksesan. ayo kita harus meraihnya bersama. dua tahun lagi .. perjalanan akan semakin berat, ketika itu kita akan terpisah. jarak yang akan memberi ruang kehampaan. kini, selagi kita masih bisa bersama, selama dua tahun ke depan, dengarkan aku. dengarkan segala keluh kesahku, buatlah aku tersenyum karenamu ... buatlah aku nyaman dengan semua hal yang akan kita lewati. hey boy, kamu memang temanku, kamu sahabatku dan kamulah yang akan kubagi dengan sejuta tawa dan tangis. akan kuciptakan cerita indah bersamamu, yang akan kuceritakan kelak bila aku mempunyai anak. akan kubanggakan kau didepan mereka. kamu, sahabatku ... sahabat yang akan mendengar semua ceritaku, mendengar semua bisikan tangisku. Boy, lihatlah. kita berdua dimasa depan, bergandengan tangan bersama meraih kesuksesan. bantu aku, bantu aku agar suaraku didengar oleh mereka seperti kau mendengarkanku. bawalah aku dalam duniamu, dunia yang dimataku begitu menyenangkan. dikelilingi teman dan kerabat. tuntunlah aku agar mereka mendengarkanku, tidak melihatku dengan sebelah mata dan membuatku menjadi lebih berarti dan dipedulikan. jangan biarkan aku sendirian .. meratapi kesunyian dan kesendirian yang lama-kelamaan menapaki kepedihan. bantu aku lari dari semua itu menuju kebahagiaan, boy ... I need you

NOTHING

ini hanyalah secercah pikiranku. dinatara puing-puing kenangan yg mungkin memang pernah membekas dan akan selalu singgah dalan hatiku. aku merasa beruntung jika mengingatnya. entah apa yg kalian anggap padaku saat ini. yg jelas, dalam hidupku, kalian pernah mempunyai arti dan tempat,. kalian pernah menjadi bagian dalam hari-hariku. disaat aku menangis, saat aku tertawa, disaat gundah maupun senyum tercurah. entah mengapa, jika kuingat saat-saat itu. dimana cahaya terang menyilaukan duniaku, dimana keangkuhan yg menjadi gaya kita saat itu. harusnya aku mengerti, waktu tidak akan pernah berputar kembali. dan aku tidak akan pernah BISA mngeulanginya. setiap malam dalam tangisku, aku memohon pada TUHAN. OH tuhan, betapa rapuhnya hubungan ini? betapa rapuh? aku tak sanggup tuhaan .. aku tak sanggup bila nanti ku menghadapmu tak ada mereka disampingku. sebenarnya aku tidak ingin dan tidak akan pernah ingin membuka kembali memori indah bersama kalian. tp memori indah itu selalu mengetuk hatiku dalam sepi. selalu dan selalu .. hingga aku lelah untuk menyusun semua reruntuhan kenangan ini. menyusun bongkahan satu persatu. yang tidak akan pernah menjadi sebaik dahulu. seperti kertas yg telah diremas, tidak akan pernah bisa menjadi sesempurna aslinya. begitulah, hubungan ini. tidak akan pernah sempurna. tidak akan pernah kembali. bila memang kamu membaca serpihan hatiku ini, ketahuilah bahwa .. disini .. didalam hati ini .. akan selalu ada nama kalian. walau sebenci apapun, setiap detik kuingin kembali kemasa lampau. mengulang saat itu .. diantara aku .. kamu .. dan mereka ... dan bahkan aku berfikir tidak akan pernah berhenti untuk meminta pd tuhan . kembalikan .. kembalikan kejayaan itu .. dan ah .. aku terlalu lelah. ternyata mengalah bukan jalan satu-satunya untuk kembali ke kesempurnaan !

Semua PALSU

teringat masa indah bersamamu ..
tiada ragu jalani hidup denganmu ..
banyak kata terucap untukku ..
takku kira semua itu palsu ..

kau hancurkan aku ..
teganya dirimu ..
kau bohongi aku ..
kau duakan cintaku ,,
kau sakiti hati nii yg setia menyayangimu …

banyak kata terucap manis untukku ..
takku kira semua itu palsu ..
kau hancurkan aku ..
teganya dirimu

always love you

Kamu datang ke dalam kehidupanku
Dalam pencarian cinta
Kamu bagai secercah cahaya di ujung kegelapan
Kamu lukiskan indahnya warna pelangi di langit jiwaku
Kamu tunjukkan bintang yang paling terang
Di indahnya simfoni malam ..
Untukmu , aku ingin menjadi sebatang lilin
Meski cahaya sang lilin lebih terang
Aku ingin coba terangijalanmu
Untukmu, aku ingin menjadi sekuntum melati
Mesti harumnya melati lebih wangi
Untukmu, aku ingin menjadi sebatang tongkat
Meski sang tongkat lebih kuat
Aku ingin menopangmu
Senyummu berarti untukku
Tawamu adalah kebahagiaanku
Dan ..
Kuingin kau tahu
Selamanya
Seumur hidupku
Cintaku kan jd milikmu :')

Beratnya Hidup

Kali ini aku mendapat satu hal yang berharga. Ini terjadi saat aku dalam perjalanan ke luar kota. Aku sendiri dan dengan modal nekat membawa uang secukupnya bahkan bisa dibilang kurang. Dalam bis, anganku menerawang ... Memikirkan bagaimana nanti aku disana, tanpa orangtua, tanpa modal hidup, tanpa apa-apa. Hanya tubuh dan sepasang baju, handphone,serta uang yang berada dalam saku celana jeansku. Disebelahku duduk seorang laki-laki, lebih tua dari umurku, mungkin seumuran dengan kakakku yang sekarang kuliah dan hampir wisuda. Kuperhatikan dengan seksama, dia menawan. kulitnya putih untuk seukuran laki-laki jaman sekarang, lebih putih dari aku. hidungnya mancung,memakai kemeja yang lengannya disisingkan sampai siku. membawa tas punggung yang sepertinya cukup berat, serta memakai headphone. ia terlihat asyik memandang keluar jendela bis. memandang lalu lalang jalan yang hari itu cukup padat. padahal sudah sore, tapi lalu lalang kendaraan masih saja padat. sampai di halte, bis berhenti untuk menurunkan beberapa penumpang. ku lihat dari arah pintu bis, ada dua sosok anak kecil membawa gitar kecil masuk ke dalam bis yang aku tumpangi. tanpa basa-basi mereka membawakan satu buah lagu, entah apa itu judulnya. kedua anak itu berpakaian dekil,rambutnya pirang karena panas matahari yang menyengat setiap hari. dan ternyata suara anak itu serak-serak basah. khas pengamen pada umumnya. Ya Tuhaan ... mereka sedang apa, ini bukan hari libur dan mereka sekarang disini, mengamen. setelah bernyanyi cukup, aku memberian selembar uang dua ribuan. anak itu tersenyum dan berkata "Terimakasih mbak cantik". Aku membalasnya hanya dengan tersenyum. Rasanya aku iba, bagaimana jika nasibku seperti mereka. setiap hari harus menerjang arus kehidupan yang begitu berat. dengan banyak dinamika kehidupan. aku yang baru ditimpa masalah sedikit saja sudah mengeluh, tapi mereka sepertinya dengan ikhlas menjalani hidup yang sudah digariskan oleh Tuhan. Saat itu aku memandang ke arah jendela, tidak sengaja laki-laki disebelahku menoleh, alhasil mata kami saling beradu pandang. dia tersenyum. manis sekali. aku balas tersenyum. Tiba-tiba dia berkata, "Kasihan ya mereka, masih bocah sudah bekerja mencari sesuap nasi.". Ah aku terkejut mendengar itu, ternyata kami satu fikiran. "Iya ...". Jawabku singkat aku bingung harus menjawab apa. "Mbak tahu? Orangtua mereka bisa saja cukup mampu untuk membiayai mereka, tapi mereka memilih keluar rumah, biasanya karena masalah keluarga atau ketidakpedulian keluarga mereka.". DEG!!! aku kaget bukan main dengan perkataan laki-laki yang mirip malaikat ini. Seakan-akan dia menyindirku. padahal aku tahu, pasti dia samasekali tidak kenal dan tidak mengerti kenapa sekarang aku berada disini. "Emmm,eh oohh iya mas. Bisa jadi.". Aku tergagap karena tidak sanggup menjawab. "Iya,begitulah kehidupan. Sangat berat."
Aku jadi berfikir, mengapa banyak anak yang keluar dari rumah hanya karena mereka merasa kesepian? Bukannya diluar mereka akan jauh lebih kesepian? Ditambah lagi harus mencari nafkah sendiri,putus sekolah,dan lontang-lantung di jalanan. Astaghfirullaaah ... Hampir saja aku berubah menjadi anak seperti itu. Terimakasih dua pengamen cilik, terimakasih laki-laki bertampang malaikat, berkat kalian kini aku sadar. Aku harus mensyukuri apapun yang Tuhan berikan, entah itu kesepian,kebahagiaan,keberuntungan ataupun kemalangan. Aku tidak ingin berhenti menggapai impianku ... Aku tidak ingin seperti bocah kecil itu, melawa arus dengan yang seharusnya.

Tentang Kamu

Aku berbicara , bukan tentang siapa-siapa. ini semua tentang kamu. kamu yang selalu ada dalam fikiranku. melebur menjadi satu dalam aliran darah di tubuhku. tak ada satu waktupun aku dapat melupakan kebersamaan kita semua tentang kamu,  dan segala apa yang ada. dirimu ... ya,dirimu. bagaimana mungkin sosok yang selalu saja membuatku menangis termakan api cemburu bisa membuatku setengah waras dari yang lainnya. kuakui, otakku sudah teracuni oleh virus dirimu.
seolah udara dapat berbicara, menertawakanku yang menyunggingkan senyum tanpa ada sebab. bukan! aku tersenyum karna memikirkanmu, bukan karna tanpa sebab. kau melintas, dan tak mau pergi lagi. kamu ... yang kini sudah berpindah ke lain hati, tak lagi mengucapkan kata-kata manis, tak lagi membisikkan kata-kata cinta untukku. harusnya kau pergi membawa serta semua kenangan tentang kamu. jangan membiarkannya bersarang dalam hati dan fikiranku, yag membuatku lelah seolah seluruh hidupku hanya untuk memikirkan dirimu. mengulang kembali kenangan-kenangan yang telah pernah kita lalui. tanpamu, hidupku berubah. tak ada lagi senyum khasmu, tak ada lagi senyum hangatmu, dan suara mesramu. aku rindu. aku rindu semua tentangmu ... aku rindu saat kau menatapku,mengecup keningku,menggenggam tanganku,dan ketika kau membuatku tertawa. ya, kau bisa membuatku sejenak melupakan masalah yang kuhadapi. bersamamu,duniaku tenggelam dalam cinta kita berdua. bersamamu, aku tak kuasa menjalani kehidupan yang lain. dan bersamamu, nafasku menjadi lebih berarti. aku tau kini berbeda. segala tentangmu terekam jelas olehku, tidak sepertimu. semudah itu melupaka dan mengubur tentangku seperti kau mengubur serangga. mudah dan tanpa rasa bersalah. Semua bayangmu seolah menjadi nyata,nyata dalam mataku. menyiksa batinku. aku lelah ... aku lelah jika terus dikejar semua tentang kamu ...

Minggu, 21 Juli 2013

PESAWAT KERTAS

Tahukah kau sayangku ...
Disaat aku tersenyum, memikirkanmu
Tak terasa embun mataku jatuh menghias perlahan basahi pipiku
Hatiku meragu ...
Mengungkapkan rasa ini kepadamu
dan aku tak mampu
Mengatakan semua ini kepadamu

Mungkin hanya pesawat kertas ini
Yang kan membawa isi hatiku kepadanya
Mungkin hanya rangkaian kata ini
Yang kan berucap isi hatiku kepadanya
Kuingin dia jadi pelipur bahagia
kan kujaga hatiku hanya untuknya
Pesawat Kertas ini ....


Lirik lagu dari "Pesawat Kertas" yang pernah dikirimkan lewat Blackberry Messager oleh 'Bodoh' :*

Broken Home, Tidak Terfikirkan

Broken home? Kau pernah membayangkan keluargamu akan terpecah belah seperti saat piring kaca jatuh kelantai lalu pecah berkeping-keping? Tidak kan? Semua pasti tidak ingin. Aku tahu itu dan aku sering berfikir seperti itu. Andai andai andai, sering sekali mendiam di otakku. Tapi aku tahu, aku harus menepis semuai perandaian itu kemudian melangkah ke depan. Menghadapinya, menikmatinya dan mensyukurinya.
Menghadapi, tentu saja harus kuhadapi. Aku tidak akan terus lari dari masalah, semuanya ada di depan mata tak akan kemana-mana bahkan akan semakin dekat denganmu. Mau tidak mau, kuat tidak kuat aku harus menghadapinya. Lalu menikmatinya. Itu kuncinya. Biarkan semua berlalu, mengalir apa adanya. Ada saatnya aku harus senang, ada saatnya pula aku harus merasa hidupku lebih berat daripada yang lain. Lalu mensyukurinya, semua apa yang diberi Tuhan harus kita syukuri. Dan aku bersyukur Tuhan sayang lebih padaku, memberiku cobaan seperti ini agar aku menjadi pribadi yang kuat yang tegar lebih dini daripada yang lainnya. Saat yang lain masih bermanja-manja dengan kedua orangtua mereka, aku hanya bisa bermanja-manja dengan satu orangtua saja dan itu saat waktu rutin bertemu. tentu saja, karena mereka telah berpisah dan tidak satu tempat lagi. Apalagi jika mereka tidak menjalin tali silaturahmi yang baik, bahkan terkesan bermusuhan. Itu akan jauh menyakitkan daripada anak broken home yang orangtuanya tetap berkomunikasi,menjaga hubungan baik,dan mampu memahami perasaan anak mereka.
hey, kadang aku bertanya-tanya, mengapa dua orang yag tidak saling mencintai tapi menyatu dan mempunyai buah hati sekaligus dua. ya itu aku dan kakak perempuanku. aku sering sekali merasa iri bila jalan-jalan dan melihat satu keluarga yang terlihat akrab dan bahagia. bahkan tetanggaku yang sangat harmonis bila sore hari. mereka duduk minum teh di teras rumah sambil membicarakan entah apa yang kelihatannya sangat menarik. seringkali aku tak kuasa menahan air mataku lalu tumpah ruah sejadi-jadinya. aku menangis bila mengingat dahulu saat kami masih berkumpul bersama dalam satu rumah. walau sering ada perdebatan, tapi aku masih bisa bermanja-manja kepada merka berdua. tidak perlu merasa iri dan membendung air mata. Itu masih terasa ringan, mulai terasa sangat berat saat aku mulai beranjak dewasa dan mengerti apa itu perceraian. menghancurkan semua hal indah yang pernah aku miliki. berat rasanya memiliki orangtua baru, ketika ayah dan ibuku memutuska untuk menikah kembali. aku memiliki semua yang tiri, ayah tiri, ibu tiri, adik tiri, kakek tiri, nenek tiri. sakit rasanya. dan hal yang paling kurasa berat, saat orang atau kerabat dari ayah dan ibu bertanya padaku, "Sekarang kamu ikut siapa?". Simpati mungkin, atau hanya penasaran? Ya, tentu saja aku tidak tahu maksud terselubung mereka menanyakan hal itu. apalagi sampai ke hal pribadi seperti , "Berapa uang bulananmu dari Ayah?". Ya ampun!! apa maksudnya bertanya seperti itu. kalaupun tidak cukup, pasti mereka tidak akan membantu kan? enyahlah pertanyaan-pertanyaan seperti itu. menyakitkan!! asal tahu saja, psikis anak broken home itu sebenarnya lemah. mereka sering merasa kesepian,terkucilkan,bahkan tidak semangat hidup. mereka juga lebih sensitif dari anak-anak lain. mereka mudah sedih,mudah marah. aku akui kadang aku tidak bisa mengendalikan emosiku. 
Lagu dari Last Child yang memang aku rasa diciptakan untukku, untuk kami, anak-anak Broken Home yang tidak pernah menginginkannya.

Malam ini hujan turun lagi
Bersama kenangan yang ungkit luka di hati
Luka yang harusnya dapat terobati
Yng ku harap tiada pernah terjadi
Ku ingat saat Ayah pergi, dan kami mulai kelaparan
Hal yang biasa buat aku, hidup di jalanan
Disaat ku belum mengerti, arti sebuah perceraian
Yang hancurkan semua hal indah, yang dulu pernah aku miliki
Wajar bila saat ini, ku iri pada kalian
Yang hidup bahagia berkat suasana indah dalam rumah
Hal yang selalu aku bandingkan dengan hidupku yang kelam
Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan
Mungkin sejenak dapat aku lupakan
Dengan minuman keras yang saat ini ku genggam
Atau menggoreskan kaca di lenganku
Apapun kan ku lakukan, ku ingin lupakan
Namun bila ku mulai sadar, dari sisa mabuk semalam
Perihnya luka ini semakin dalam ku rasakan
Disaat ku telah mengerti, betapa indah dicintai
Hal yang tak pernah ku dapatkan, sejak aku hidup di jalanan
Wajar bila saat ini, ku iri pada kalian
Yang hidup bahagia berkat suasana indah dalam rumah
Hal yang selalu aku bandingkan dengan hidupku yang kelam
Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan

Dewi Fortuna Hanya Lewat

Pernah keberuntungan datang bertubi-tubi padamu? Tanpa disangka-sangka, tiba-tiba DEWI FORTUNA dewi yang biasa disebut-sebut saat kamu beruntung itu sedang berpihak padamu. Dewi fortuna adalah dewi keberuntungan romawi. Beberapa kali ini dia sangat gencar berpihak kepadaku. walau sebelumnya banyak air mata yang harus aku keluarkan, tapi aku bahagia dia akhirnya berpihak padaku.
hari itu aku sedang kebingungan bagaimana menjalani UKK dengan lancar. pengawasan diperketat dengan adanya cctv di belakang kelas/ruang ujian. aku sering sekali absen di semester ini, pelajaran tidak terekam dengan baik dalam memori otakku. akhirnya iseng-iseng aku buat Personal Message di aplikasi Blackberry Mesanger di handphone'ku. hanya dengan menuliskan 'Andai aku tahu soal-soal UKK besok...(^/\^)'
lalu dentingan khas BBM masuk dari seorang temanku yang bersekolah berbeda, dia mengemukakan mendapat kisi-kisi untuk UKK. tanpa panjang pikir aku memintanya,tentu saja dengan tetap mempelajari kisi-kisi yang diberi guru mapel. ternyata ada yang sama ada juga yang berbeda. saat ujian berlangsung, aku mengerjakan soal denga sebisa mungkin. begituuuuuuuu terus sampai akhirnya hari terakhir ukk. aaaahhh rasanya lega dan bebas sekali. tapi aku tidak bisa santai, masih ada classmeeting yang harus aku urusi minggu depannya. banyak cek cok sana sini dengan sesama panitia classmeeting, tapi syukurlah semua berjalan lancar sampai hari penerimaan raport. aku sudah was-was, siapa yang akan mengambil raportku? ibuku tak akan bisa, karna di sekolah ada ayahku. orangtuaku sudah berpisah dan mereka tidak bisa dibilang tetap menjaga keharmonisan. yah,tidak apa. harapan terakhir adalah ayahku. tapi aku paham betul, dia pasti sibuk dengan segala urusan pekerjaannya. aku harus memakluminya sebagai 'Ayah' dari sekolahku. aku harus berbagi waktu, perhatian dan kesempatan. matahari sudah terik, keriuhan sekolah sudah berlalu sejak tadi. hanya beberapa yang masih tinggal di sekolah, termasuk aku yang sedang berlatih untuk seleksi Paskibra. tapi belum ada tanda samasekali ayahku mengambil raportku. beberapa kali ia melintas di hadapanku. aku hanya memandangnya lalu ia berlalu. aku hampiri ia, dengan merengek aku memintanya mengambil raportku. aku iri, teman-teman yang lain sudah berteriak-teriak entah karena bahagia atau kecewa dengan raportnya tapi itu membuat rasa penasaranku memuncak. akhirnya raportku diambil, dan disinilah aku merasa Dewi Fortuna sangat amat baik. Aku rangking pertama di kelasku. wow. Aku bersekolah selama 10tahun dan baru kali ini aku mendapat rangking pertama. aku girang sekali, ku peluk sahabatku aku berteriak-teriak bahagia.
esoknya, aku mengikuti seleksi Paskibra. Pasukan Pengibar Bendera, bagiku sangat membanggakan bila aku adalah salah satunya. Semua mata satu kabupaten akan menonton dan menyaksikan pengibaran bendera merah putih. sebenarnya aku kurang percaya diri, aku bukan termasuk orang yang tinggi. padahal disini, ditempat seleksi ini, anak-anaknya tinggi-tinggi dan membuatku berkecil hati. tapi aku bersyukur Seniorku memberiku semangat agar tetap terpilih. dalam seleksi, aku serius dan fokus. aku juga mantap dalam setiap gerakanku. aku kaget ketika salah satu penyeleksi menarikku keluar barisan. Oh Tuhan ... aku gugur. baru saja aku absen dan duduk hendak menghujat dan melaknat dalam hati, aku sudah ditarik lagi oleh penyeleksi yang lain. 'Ikut saya dek'. begitu kata laki-laki separuh baya itu. sambil berjalan menuju barisan, dia bertanya asal sekolah dan tinggiku. lalu aku masuk barisan menggantikan anak yang sebenarnya bersekolah di sekolah yang terpandang, bahagianya aku. aku harus berterima kasih untuk Pak penyeleksi itu. Terimakasih Tuhanku, terimakasih Dewi fortuna. dan dari sekolah kami, hanya dua orang cewek dan tiga orang cowok. aku salah satunya. Yes! alhamdulillah ...
Dewi Fortuna, mimpi apa aku semalam sampai kau menghampiriku berkali-kali. kali ini, aku dekat denga dua cowok sekaligus. dua-duanya keren, dua-duanya menarik, dan dua-duanya tertarik padaku. bukannya aku kemaruk, tapi aku tidak mau memilih karena masing-masing memiliki keistimewaan yang berbeda.
Pesta sudah usai ... Begitulah. pernahkah kau mendengar seseorang mengucapkan , "Jangan terlalu senang bila kau mendapat keberuntungan, setelah itu, kemalangan akan datang kepadamu tanpa ampun." . Itulah yang terjadi. pestaku sudah usai, Dewi fortuna enggan menghampiriku kali ini. Momiji, Dewa Kemalangan/Dewa Kesialan datang kepadaku kali ini. aku tidak pernah berharap, bahkan aku aka mengusirnya sungguh-sungguh. tapi apa dayaku. Hubungan dengan kelasku semakin buruk saja, aku semakin dikucilkan. entah karena apa. aku bahkan tidak tahu apa salahku sampai saat ini. kemudian, dalam Paskibra aku merasa sangat diremehkan karena tinggi badanku ini. Aku mendapat posisi paling belakang dalam barisan. Bayangkan, paling belakag dalam lebih dari 15 shaf barisan. aku yang terbelakaaaaannnnggggg. kemudian, kedua cowok yang aku kira care, mereka serempak menjauh dariku. gara-gara aku tidak hanya dekat denga satu orang. oke,aku akui aku salah. tapi apa tidak ada kesempatan? baiklah jika tidak ada, aku tidak akan mengemis. aku wanita dan aku punya harga diri. seperti kata Velyn dalam Film Radio Galau , "Aku udah berusaha perbaiki hubungan kita, tapi percuma aku mati-matian kalau kamu inginnya terlepas ..."
Lalu, kejadian ini lah yang paling berat. sangat berat sampai-sampai mengubah seluruh hidupku. aku bertengkar dengan Ibuku setelah ia mengalami keguguran adikku yang kedua dari Ayah tiriku. kami bertengkar hebat, aku mengurung diri sampai seminggu penuh. sampai aku lelah dan aku kabur ke luar kota di kost kakakku. kenapa? karna Ibuku menyuruhku pergi. Kemudian aku membolos sekolah satu minggu penuh tanpa keterangan. dan akhirnya aku keluar dari rumah. tinggal di rumah Ayahku yang jauh dari teman-teman, jauh dari sekolah, jauh dari jantung kota. di pinggir kota seperti ini, aku merasa terisolasi. sudah, berakhir sudah hidupku. aku lelah jika seperti ini. Tapi aku tahu, Dewi Fortuna tidak akan selalu berpihak padaku. Dewi Fortuna, terimakasih. setidaknya kau sempat menyampaikan keberuntungan yang Tuhan gariskan untukku. Aku tahu aku hidup harus terus berjalan. Life must goes on! Keep on, keep spirit, keep strong!!! :)

Sabtu, 20 Juli 2013

Sedikit Sajaaaa

Hei, ini tulisan pertamaku di blog. akhirnya aku bisa mencurahkan isi hatiku tanpa harus ketahuan Bapak dan Mamahku. (belomyah) . Namaku Sekar Aninda. emmm masih ada kelanjutannya sih, Ningrum. Sebenernya nama yang bagus kan? tp aku kadang malu dgn ningrum'ku. bukan bukan,bukan malu sih. tp enggan. (kalo bilang malu entar dikroyok yg ngasih nama). oke. namaku SEKAR ANINDANINGRUM. Artinya? aku cuma tau satu kata. sekar=bunga. dan yang lain aku tak tahu. begitu juga kedua orangtuaku. mungkin lupa? karna tidak penting atau asal saja memberi nama? ah sudahlah, toh aku suka dengan namaku. terimakasih kedua orangtuaku sayang :)
Heeem ... Ini tanggal 20 Juli 2013, sudah seminggu ini aku tak menginjakkan kaki di sekolah. kenapa? selain latihan Paskibra, aku malas ke sekolah. karna kelasku sudah tak kece lagi. mereka bikin muak. tapi hari ini, satu persatu menyuruhku untuk berangkat sekolah. hiks, jadi terharu. sebenernya kangen sih sama mereka. terutama dengan bala kurawaku. Eittts, bukan cewek. tapi cowok-cowok yang memang sahabatku, mereka care,fun,dan pasti ada saat aku butuh mereka. salah satunya sempat menarik perhatianku. sebut saja manusia ujung atau MU. disebut begitu karena rumahnya memang diujung kota kami. tapi, walau gitu, dia gamau disebut ujung. dasar! :* Sering kali aku memimpikan dia, mencuri pandang padanya, dan jingkrak2 waktu baca tweet2nya yang ditujukan untuk manusia plosok alias aku. rumahku memang ditengah kota, tapi jauh dari jalan raya. jadi aku disebut manusia plosok sebagai pembalasan dendamnya disebut manusia ujung. emmm ... kami satu kelas, awalnya hanya sebagai olok-olokan anak kelas. lalu dipasang2kan guru. tapi seiring berjalanya waktu, rasa itu timbul pada diriku. dan ternyata pada dirinya juga. sampai saat dia mengungkapkan rasanya padaku. aku tak mampu untuk menerima dan menolak. aku sayang dia. aku butuh dia. tapi ketakutan hal yang akan terjadi setelah pacaran terus mengiang2 dibenakku. kami sekelas hingga tamat SMK. sekolahku menanamkan satu kelas untuk 3 tahun. sampe eneg kan liat muka-muka yg sama tiap tahunnya? nah , hal itu lah yang membuatku enggan menerimanya menjadi kekasihku. sampai aku ingat bahwa aku selalu saja bisa bersahabat lama dengan seorang cowok. sudah terbukti aku bersahabat dengan kakak kelasku dari sd. kami akrab, kami mesra , kami fun dan kami happy. tapi kami tidak pacaran. boleh dibilang TTM sih. aaah terserahlah. dan beginilah kami sekarang. MU dan MP. saling mengikat janji menjadi sahabat sejati. tp yang namanya suka, sering bgt aku ngerasa cemburu liat mention2 dia dgn cewek2. tp apa hakku? heeem .. kamu tetap berada di satu sisi dalam hatiku. Dreams come true boy :)
Sekarang aku bener2 manusia plosok soookkk soookkk plosoookkk. aku berada disini. di plosok kota kami. jauh dari kota, jauh dari kamu, jauh dari sekolah da jauh dari teman2. aku pergi dari rumah. lagi-lagi aku memilih untuk lari. tidak apa, aku yakin aku dapat mengambil jalan terang yang akan Tuhan berikan. I believe God :')
Aku punya lagu untuk kamu Manusia Ujung , *siapingitar*

Kaulah bintangku ... yang meredup perlahan
terambil cahayanya
Kaulah bintangku ... yang meredup perlahan
tak lagi terangi malamku
Cepat kembali menjadi yang dulu ya .. aku butuh kamu :')