Belajarlah dari apa yang pernah kau alami. Bertahanlah dari apa yang pernah membuatmu terjatuh ...
Kamis, 29 Agustus 2013
Mana Jalan Keluarnya
Sekali lagi , aku tidak pernah ingin berhenti menuliskan apa yang aku rasakan. Aku tidak memliki pundak untuk tempatku bersandar. Aku juga tidak memiliki pelukan hangat untuk menguatkanku. Apalagi tempat dimana aku bisa menumpahkan semua apa yang aku rasakan. Ya, aku sendiri. Hanya tulisan yang mampu membuatku sedikit bernafas lega. Tanpa perlu terseret-seret bernafas dalam kesesakkan segala masalah yang harus aku hadapi dan aku cari jalan keluarnya. Terbesit sedikit sesal dalam diriku, mengapa aku harus menolak semua cinta yang datang padaku. Setidaknya aku bisa mencoba membuka hatiku agar aku tidak seperti ini. Selalu menangis dalam kesendirianku. Dalam kehampaanku. Tutur lembutku kurasa sudah hilang tak berbekas. Entah sejak kapan, mungkin semenjak aku mulai berontak dengan keadaanku. Sepintas rona wajah yang biasanya bersemangat dan ceria, terhempas dengan beratnya beban yang selalu saja mampu mengundang tangis dan amarahku.Sekujur tubuhku tidak satu jalan dengan pemikiranku. Ketika aku berfikir untuk menahan tangis, untuk menyodorkan tanganku, dan bertekuk lutut dihadapan dia, tubuhku menolak. Menghindar. Itu salah satu jalan yang selalu aku pilih. Menghindari selagi aku bisa. Memperburuk suasana, bukan malah meringankan suasana. Aku lebih memilih menjernihkan pikiranku. Dalam hatiku, badai topan dan petir bergemuruh hiruk pikuk. Gelisah, entah bagaimana. Entah bagaimana.Sekian lama ini, aku belum menemukan jalan keluar. Jalan terang dengan sejuta sinar harapan. Serta kebahagiaan yang menantiku. Aku hanya bisa menyemangati diri sendiri. Menguatkan tubuh yang rapuh ini. Aku harus bertanya pada siapa? Pada siapa aku harus meminta jalan keluar? Hanya Tuhan yang membantuku.
Jangan Renggut Senyumku
Pintaku tidaklah rumit, tidaklah sulit dan tidaklah sukar untuk dipenuhi. Hatiku memang tidak pernah berhenti berdesir bila mengingat semua cerita yang membuatku pengap bernafas. Aku sudah mencoba menghapusnya dari ingatanku, namun apa daya? Gerimis itu selalu saja hadir dan enggan beranjak pergi dari segala gejolak emosiku. Berkali-kali aku sudah mencoba menggulung semua awan mendung yang menutupi cahaya semangatku. Namun berkali-kali pula, gelombang badai keputus asaan berhasil menyapu bersih segala niat dan usahaku untuk melenyapkan sayatan-sayatan luka itu. Insiden itu seakan tidak mau berhenti berlabuh di pelabuhan hatiku. Selalu saja berlayar menuju kepedihanku. Aku lelah ... Aku tidak memiliki cukup banyak tenaga untuk melawan. Harus bagaimana? Aku ingin menghentikan lisanku untuk mendesah pilu, aku juga ingin menghentikan air mata yang selalu tumpah ruah saat aku mencoba berusaha membendungnya di pelupuk mataku. Namun aku tak kuasa ... Selalu saja kenangan malapetaka itu mampu merenggut senyumku. Kelopak mataku , sudah terlalu sering basah. Tapi aku tahu, aku harus berlapang hati menerima semua jalan takdir ini. Dan seiring dengan berjalannya waktu, dan semakin bertambahnya angka umurku, Tuhan semakin membukakan mataku untuk memandang dunia. Menyelami semua seluk beluk permasalahan yang selama ini telah mampu merenggut seluruh senyumku. Dan aku tahu, Tuhan menjadikanku pribadi yang kuat dengan mengirimkanku batu diatas pundakku. Tanpa itu, aku akan menjadi pribadi yang lemah bukan? Aku bersyukur :'')
Bila Kalian Tahu
Aku merasa tidak pernah berarti untuk siapapun. Dimana pun dan kapan pun. Bagaimana bisa aku merasa berarti? Disekelilingku tidak ada yang memperhatikanku, bahkan mereka mengacuhkanku secara tidak langsung. Aku tidak mengerti, pepatah 'Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya' itu benar-benar mempunyai makna atau tidak. Sungguh, aku tidak mengerti. Karena, seolah-olah itu tidak terjadi padaku. Aku yang dalam akta kelahiran sebagai anak kandung, dan sebagai darah daging dari kedua manusia terkasih itu, berbeda jauh dengan mereka. Aku tidak cerdas,gigih dan sabar seperti SuperDad. Dan aku tidak pandai memasak dan rajin seperti SuperMom. Mungkin aku anak paling bandel dan paling menyebalkan di seluruh dunia. Mereka seakan-akan membenci kehadiranku. Sebegitu tidak pentingnya diriku? Atau akta itu memang salah? Dan cerita-cerita yang kudengar itu hanyalah bualan belaka? Musnah .. Musnah sudah pikiranku tentang sebuah kata harmonis. Itu kata yang aku keramatkan. Menjadi sebuah kata yang istimewa dalam kamus hidupku. Tentu saja istimewa, selama ini belum pernah terjadi dalam cerita hidupku. Aku .. Tidak harus selalu bermimpi untuk mendapatkan kata itu kan? Kurasa tidak, aku akan mencapainya kelak. Kelak ketika aku sudah tidak menjadi anak perempuan dari kalian yang hanya menyusahkan dan membuat kalian pusing tujuh keliling untuk meladeni sikapku yang selalu kalian bandingkan dengan kakakku dan masa kalian dahulu. Tidakkah kalian sadar bila dunia kalian dahulu dan duniaku sekarang ini berbeda. Dunia yang sekarang ini semuanya serba mudah. Serba canggih. Dan apakah kalian tidak pernah merasakan bagaimana sedihnya bagaimana perihnya saat harusnya aku masih bisa merengek minta dibelikan ini itu oleh orang yang memang menjadi penanggung segala urusan dan masalah kebutuhanku? Iya aku mengerti kalian tidak pernah merasakannya. Karna kurasa hanya aku dan masih banyak anak-anak yang satu cerita denganku. Aku yang dulu seharusnya bisa bermain-main dan berlibur tanpa harus bersusah payah kebingungan memilih yang mana. Aku yang selalu saja gelisah dan tidak enak hati untuk meminta sesuatu yang aku inginkan. Aku yang selalu saja ingin bercerita dan bersenda gurau, bahkan yang paling sederhana duduk berkumpul dan minum teh bersama setelah mandi sore di teras rumah. Rumah? Rumah yang mana? Tentu saja rumah saat kita masih satu atap. Tidak seperti sekarang, aku mempunyai banyak rumah. Bukan kaya bukan harta melimpah. Tapi terpencar-pencar. Aku tau lah kalian pasti paham tanpa aku banyak berceloteh.
Dibandingkan. Itu kata kedua yang aku keramatkan. Tapi kali ini berbeda, bukan istimewa namun terkutuk. Aku benci dengan kata itu. Aku tak suka dibanding-bandingkan. Karena dibanding-bandingkan adalah satu penyebab aku terpisah dari seseorang yang melahirkanku. Aku bodoh memang. Selalu iri dan bergejolak emosi bila dibandingka dengan saudara perempuanku. Saudara perempuan yang dimata kalian selalu saja indah dan tidak pernah salah. Tidak seperti aku yang doyan kelayaban dan doyan menghamburkan uang kan? Aku juga tidak bisa menahan emosi yang berkecamuk di dalam hati dan jiwaku, ketika suasana hening tidak ada pembicaraan yang menarik dan aku mencoba mencari pembicaraan untuk mencairkan suasana, tetapi malah kalian memulai pembicaraan dengan menanyakan kabar saudara perempuanku. Apa tidak ada pertanyaan lain? Dihadapanmu ada aku. Ada banyak sekali kegiatanku yang masih bisa kau tanyakan. Kenapa malah itu itu saja yang kau tanyakan? selalu dan selalu. seperti ini lah hal hal yang membuatku lemah. Aku mudah terpuruk dan aku tidak pernah betah berada dalam satu lingkaran kalian. Aku lebih suka mencari kebahagiaan dan pelampiasan di luar. Di tempat tidak adanya perbandingan dan luka. Aku hanya ingin melupakan sejenak bahkan semua masalah yang aku hadapi. Aku ingin memuaskan emosiku. Dan ketika aku telah menemukannya, aku tidak rela untuk meninggalkannya. Karena aku berfikir aku tidak akan mendapatkan kesempatan dan kebahagiaan yang sama nantinya. Karena itu lah aku suka berlama-lama di luar rumah, bersenda gurau dengan teman-temanku, dan tenggelam dalam dunia remajaku. Aku tidak berbuat hal aneh, itu bila aku tidak down berat. Karena aku masih punya iman, aku masih punya akal fikiran, dan aku masih punya tanggungan untuk menjaga nama baik keluarga, Aku tau itu.
Esok, jika aku telah mampu membesarkan nama keluarga, membesarkan namaku sendiri juga, aku akan membesarkan anak-anakku dengan penuh kasih. Dan aku berjanji tidak akan memberikan luka dan ingatan pilu untuk mereka. Karena aku tahu, betapa perihnya jika itu terjadi. Aku tahu ...
Untukmu :)
Aku bersajak untukmu saat ini. Saat dimana dewa amour memanahkan panah cintanya tepat di jantung hatiku. Saat dimana setiap detik aku memikirkanmu. Dan saat dimana aku benar-benar sadar bahwa aku menyayangimu.
Sudah sejak lama kita mengenal, namun aku tidak pernah berfikir akan jatuh hati padamu. Dan aku tidak pernah berfikir kau akan memenangkan seluruh hatiku. Iya, seluruh hatiku yang sudah tertutup awan kelam kepedihan. Ketika aku sudah benar-benar menyerah dengan apa yang disebut cinta. Karena dikhianati memberikanku luka yang cukup dalam. Tapi kau datang, kau datang membawa sebuah asa. Kau datang menyembuhkan lukaku. Dan merawat lukaku dengan penuh kasih. Tapi aku masih saja, belum bisa meruntuhkan kokohnya dinding hatiku. Aku hanya takut, aku takut luka itu akan kembali terbuka. Aku takut bila esok aku akan mengalami hal ini untuk kesekian kalinya. Tapi kau meyakinkanku dengan perlahan, menutupi semua lukaku dengan kebahagiaan, ketulusan dan kerendahan hati yang kau berikan padaku tak dapat kupungkiri untuk menolaknya. Aku mengerti kini. Cinta akan datang tanpa disangka-sangka. Bila saat itu tiba, ia akan mengetuk dan membuka pintu hati. Dan seperti ini lah aku. Jatuh cinta kepadamu. Jatuh cinta dengan segala yang kau perbuat untukku. Entah apapun alasannya aku bisa jatuh hati padamu. Tapi aku bersyukur, kau mampu hadir dan menerangi hatiku yang dirundung pilu. Terimakasih pujaanku. Kau pelita harapanku :)
Mr.P
Sudah sejak lama kita mengenal, namun aku tidak pernah berfikir akan jatuh hati padamu. Dan aku tidak pernah berfikir kau akan memenangkan seluruh hatiku. Iya, seluruh hatiku yang sudah tertutup awan kelam kepedihan. Ketika aku sudah benar-benar menyerah dengan apa yang disebut cinta. Karena dikhianati memberikanku luka yang cukup dalam. Tapi kau datang, kau datang membawa sebuah asa. Kau datang menyembuhkan lukaku. Dan merawat lukaku dengan penuh kasih. Tapi aku masih saja, belum bisa meruntuhkan kokohnya dinding hatiku. Aku hanya takut, aku takut luka itu akan kembali terbuka. Aku takut bila esok aku akan mengalami hal ini untuk kesekian kalinya. Tapi kau meyakinkanku dengan perlahan, menutupi semua lukaku dengan kebahagiaan, ketulusan dan kerendahan hati yang kau berikan padaku tak dapat kupungkiri untuk menolaknya. Aku mengerti kini. Cinta akan datang tanpa disangka-sangka. Bila saat itu tiba, ia akan mengetuk dan membuka pintu hati. Dan seperti ini lah aku. Jatuh cinta kepadamu. Jatuh cinta dengan segala yang kau perbuat untukku. Entah apapun alasannya aku bisa jatuh hati padamu. Tapi aku bersyukur, kau mampu hadir dan menerangi hatiku yang dirundung pilu. Terimakasih pujaanku. Kau pelita harapanku :)
Mr.P
UNEG-UNEG
Berasa paling nyebelin di dunia ini deh. sebegitu nyebelinkah aku sampai-sampai kalian tega kaya gitu? atau bagaimana sih maunya kalian? bisanya cuma ngejudge seenak udel kalian. pingin banget deh makan kalian hidup-hidup terus aku muntahin abis itu aku injek-injek sampe musnah. kejem kan? hey!! lebih kejem kalian manusia tidak berperasaan. hati batu!!! mau sampai kapan? mau sampai kapa kelas kita yang udah bukan mirip kelas tapi cuma orang-orang dalam satu ruangan, tapi berasa kaya ga ada yang kenal. anjiiirrrrr ... itu kelas atau neraka? terus penghuninya itu manusia atau iblis? Hatinya udah beku mba? kasian bener sih, sini aku lelehin pake panas emosiku yang membara.
udah aku empet-empet lama. apa iya aku harus ngemis-ngemis maaf ke kalian? emangnya aku salah apa sama kalian? berasa aku bunuh hidup-hidup enyak babe kalian? berasa pacar kalian aku rebut? heh udah 9 bulan ini aku jomblo yah. dan selama empat bulan lebih aku didiemin , dianggurin kaya kambing congek gini.
Mungkin Tuhan memang menciptakan macam-macam umatnya dengan macam-macam sifat dan karakter pula. dan didalam kelasku ya sudah mencangkup semuanya. ada yang licik,sombong,rese,baik,cuek, ih ngeselin banget kalo nginget-nginget. rasanya yah, aku udah ga pingin kenal sama kalian kalian warga kelasshiiiitttt. udah marah bener aku. apa iya aku harus empeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeet mulu uneg-uneg aku? kesabaran bagaimana lagi yang harus aku kukeluarkan? ini udah pake kesabaran super extra meeeeeeeeeeeeen. udah ga kuat, udah ga mampu buat berkumpul dalam satu lingkup sama kalian. kalo aja pas di kelas bumi membelah menjadi dua, aku dengan senang hati akan masuk ke tengah-tengahnya. buat apa? ya buat ngehindarin kalian. ya bagaimana lagi? itu satu-satunya cara. aku gabisa apa-apa kan?
semua karena kompor bang*sat. pake ngompor-ngomporin temen-temen yang lain, dan herannya apasih yang kamu ceritain ke mereka sampe kamu sukses berat menghasut? sialan!!!
udah aku empet-empet lama. apa iya aku harus ngemis-ngemis maaf ke kalian? emangnya aku salah apa sama kalian? berasa aku bunuh hidup-hidup enyak babe kalian? berasa pacar kalian aku rebut? heh udah 9 bulan ini aku jomblo yah. dan selama empat bulan lebih aku didiemin , dianggurin kaya kambing congek gini.
Mungkin Tuhan memang menciptakan macam-macam umatnya dengan macam-macam sifat dan karakter pula. dan didalam kelasku ya sudah mencangkup semuanya. ada yang licik,sombong,rese,baik,cuek, ih ngeselin banget kalo nginget-nginget. rasanya yah, aku udah ga pingin kenal sama kalian kalian warga kelasshiiiitttt. udah marah bener aku. apa iya aku harus empeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeet mulu uneg-uneg aku? kesabaran bagaimana lagi yang harus aku kukeluarkan? ini udah pake kesabaran super extra meeeeeeeeeeeeen. udah ga kuat, udah ga mampu buat berkumpul dalam satu lingkup sama kalian. kalo aja pas di kelas bumi membelah menjadi dua, aku dengan senang hati akan masuk ke tengah-tengahnya. buat apa? ya buat ngehindarin kalian. ya bagaimana lagi? itu satu-satunya cara. aku gabisa apa-apa kan?
semua karena kompor bang*sat. pake ngompor-ngomporin temen-temen yang lain, dan herannya apasih yang kamu ceritain ke mereka sampe kamu sukses berat menghasut? sialan!!!
Kamis, 22 Agustus 2013
Saat Bersama Bintang :'
Aku tidak pernah menginginkan sebuah luka. Siapapun pasti berharap kebahagiaan untuk diri sendiri dan orang-orang yang terkasih, Sepertiku, bintang .. Bintang dalam hidupku, saat kau menjadi seperti sesosok bintang yang menerangiku dalam kelamnya malam. Saat aku tak tahu harus berbuat apa lagi, muncullah setitik cahaya kecil yang perlahan-lahan mengusir segala rasa sepiku. Sesempurnanya cerita cinta di sekolah, aku tak pernah mengerti mengapa aku jatuh cinta padamu. Yang tak bisa memberiku sebuah tahta. Tapi kau mampu memberiku tahta tertinggi dalam hatimu. Kau memberiku arti dalam hidupmu. menjadi seseorang yang berjanji akan membahagiakan satu sama lain. Manis begitu manis, setiap waktu yang kita jalani saat itu. Ketika hari-hari kita masih bersama, menghabiskan waktu dan bergandengan tangan menuju asa dihadapan kita.
Bintang .. Kau selalu saja memanggilku Bulan. Onell .. Kau selalu saja memanggilku Imongg. Lesus .. Kau selalu saja memanggilku tembem. Hei .. Aku ingat, bagaimana kita selalu saja yang memakai seragam biru putih, warna kesukaanku. Warna Doraemon yang sangat aku suka. Kita menjalani masa-masa itu bersama kan? Kita menuju sekolah bersama, pulang bersama dan menjalani kegiatan bersama. Hujan panas kita berdua. Aku tumbuh besar bersamamu. Aku belajar tentang cinta, pengkhianatan, dan tentu saja luka.
Aku bahkan masih ingat jelas, aku menyanyikanmu dalam suatu Classmeeting. Lagu yang saat itu tepat untuk keadaan kita yang baru saja putus di malam minggu. Mataku memerah dan tak sanggup aku menahan air mata.
Tulisanku ini bukan berarti apa-apa. Bukannya aku ingin memintamu kembali atau menjadi orang yang menemani hari-hariku lagi. Aku tau kita sudah berbeda, kehidupan kita berubah dan dunia kita sudah benar-benar tidak bisa bersama. Padahal dulu banyaaak sekali hal yang kita sama-sama suka. Kucing, coklat, eskrim, foto. Kita suka semua itu kan?
Doraemon besar yang kau beri saat ku 16 tahun masih tergolek manis diatas tempat tidurku. Kusayang, kurawat, dan tentu saja kuingat. Aku akan selalu mengingatmu .. Mengingat semua tentang kita. Tak akan ada satupun yang akan aku lupakan. Aku menulis ini hanya ingin menyadarkanmu, ketika kau mungkin sudah lupa denganku, tak mengingatmu lagi, atau bahka aku sudah tak ada artinya lagi untukmu, kau pernah mengisi hatiku kau juga pernah menjadi salah satu yang berarti dalam hidupku.
Seiring berjalannya waktu, aku telah mampu berpindah ke lain hati, seperti hubungan kita dulu yang berakhir karena seiring berjalannya waktu dan orang-orang yang berada disekeliling kita. Kita berbeda dan kita tak satu jalan lagi. Aku tahu, Tuhan tidak ingin menyatukan kau dan aku. Karena kita sesuatu yang salah di mataNya.
Bintang .. Tetaplah menjadi Bintang yang ku kenal :)
ONELL-IMONGG
Bintang .. Kau selalu saja memanggilku Bulan. Onell .. Kau selalu saja memanggilku Imongg. Lesus .. Kau selalu saja memanggilku tembem. Hei .. Aku ingat, bagaimana kita selalu saja yang memakai seragam biru putih, warna kesukaanku. Warna Doraemon yang sangat aku suka. Kita menjalani masa-masa itu bersama kan? Kita menuju sekolah bersama, pulang bersama dan menjalani kegiatan bersama. Hujan panas kita berdua. Aku tumbuh besar bersamamu. Aku belajar tentang cinta, pengkhianatan, dan tentu saja luka.
Aku bahkan masih ingat jelas, aku menyanyikanmu dalam suatu Classmeeting. Lagu yang saat itu tepat untuk keadaan kita yang baru saja putus di malam minggu. Mataku memerah dan tak sanggup aku menahan air mata.
Tulisanku ini bukan berarti apa-apa. Bukannya aku ingin memintamu kembali atau menjadi orang yang menemani hari-hariku lagi. Aku tau kita sudah berbeda, kehidupan kita berubah dan dunia kita sudah benar-benar tidak bisa bersama. Padahal dulu banyaaak sekali hal yang kita sama-sama suka. Kucing, coklat, eskrim, foto. Kita suka semua itu kan?
Doraemon besar yang kau beri saat ku 16 tahun masih tergolek manis diatas tempat tidurku. Kusayang, kurawat, dan tentu saja kuingat. Aku akan selalu mengingatmu .. Mengingat semua tentang kita. Tak akan ada satupun yang akan aku lupakan. Aku menulis ini hanya ingin menyadarkanmu, ketika kau mungkin sudah lupa denganku, tak mengingatmu lagi, atau bahka aku sudah tak ada artinya lagi untukmu, kau pernah mengisi hatiku kau juga pernah menjadi salah satu yang berarti dalam hidupku.
Seiring berjalannya waktu, aku telah mampu berpindah ke lain hati, seperti hubungan kita dulu yang berakhir karena seiring berjalannya waktu dan orang-orang yang berada disekeliling kita. Kita berbeda dan kita tak satu jalan lagi. Aku tahu, Tuhan tidak ingin menyatukan kau dan aku. Karena kita sesuatu yang salah di mataNya.
Bintang .. Tetaplah menjadi Bintang yang ku kenal :)
ONELL-IMONGG
Rabu, 21 Agustus 2013
Perjuanganku. Perjuangan Kita.
Setiap harinya aku digembleng dan dituntut berlatih berlatih dan terus berlatih. Sampai ketika bulan ramadhanpun masih tetap saja berlatih, namun bedanya kapasitas latihan dikurangi. Kadang aku merasa jenuh dan mengalami kecapaian yang luar biasa dan aku ingin berhenti saja. Tiap hari tidak ada hentinya instruktur memarahi dan meneriakkiku. Mungkin bukan semata-mata kesalahanku,tapi ya memang itu lah tugas instruktur. Hari demi hari mulai terjajaki, hari H sudah semakin dekat. Perasaan gelisah memburu setiap malam dalam tidurku. Entah dengan anak yang lain. Tapi aku benar-benar khawatir dengan kekompakan yang masih belum dapat kami raih. Gerakan yang masih belum sering benar bahkan lebih sering salah. Sampai-sampai aku merasa muak saat salah satu dari pasukanku, pasukan 45 dengan belagu dan sok pemimpin itu teriak-teriak di depan barisan kami seperti kebakaran jenggot. Ia marah-marah, masih sangat kuingat kata-kata yang penuh dengan percaya diri namun menyakitkan itu.
"Selama ini saya diam!!! Saya malu dengan kalian. Saya marah tapi saya diam. Seolah-olah kalian tidak menghargai danki yang berada di depan ini. Kalian bersenda gurau seenaknya. Belajarlah menghargai orang lain. Kalia tidak tau siapa saya!!! saya memimpin 900 orang dan saya bisa mengendalikannya. Kalian tidak tau siapa saya!!!". Dan dengan polosnya tanpa berdosa aku yang memang sedang bersenda gurau berkata dengan keras,
"Le siapa sih?". Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaak bego memang. Sedang ada yang naik darah emosi tingkat dewa, aku tanpa rasa berdosa menganggap itu candaan saja. Tapi aku memang tidak suka dengan kata-katanya. 'Kalian tidak tau siapa saya'. Ih! Sombong!!! Dan itu membuat teman-temanku ilfeel. Mungkin karena itu lah chemistry kami belum menyatu bahkan sudah dekat hari H. sampai geladi bersihpun tidak lancar. Kesalahan fatal disana sini. Dan membuat instruktur semakin geram saja. Aku yang paling kecil ini sudah tebal hati tebal telinga karena sudah biasa diteriaki dan dihina. Aku memang tidak tinggi-tinggi amat. Tapi toh aku juga bagian dari kalian. Aku yang biasanya tidak pernah kuat lari satu putaran penuh, berkat latihan disini aku kuat lari tiga putaran penuh tanpa henti. Aku yang biasanya mengeluh dan mengeluh, disini aku belajar diam dan menerima. Iya harus menerima, hukuman push-up'pun harus dijalani dengan ikhlas. Dan tentu saja yang terutama aku belajar RELA ,IKHLAS, dan BERKORBAN. Aku harus merelakan mengikhlaskan dan mengorbankan rambutku yang cukup panjang dipangkas habis karena sudah aturannya. Begitu juga kulitku yang cukup kuning langsat menjadi sawo matang, serta ku korbankan waktu belajarku di sekolah. Ups, untuk yang satu ini ada untungnya juga untukku. Aku bisa menghindar dari pelajaran dan kelasku yang lebih mirip neraka. Penghuninya sudah rese abis mirip setan-setan penghuni neraka. Jadi aku bahagia untuk pengorbanan yang satu ini.
Tahun ini tahun yang buruk untuk instruktur. Itu bisa jadi. Karena bertemu dan melatih kami yang terkenal ndableg. Ndableg itu malas. Ya jelas saja, sampai hari karantina, masih saja ada salah satu yang datang terlambat. Bagaimana tidak menjadi tahun malas? Katanya sih baru tahun ini saja. Bisa jadi sih, sampai karantina baru pernah ada latihan tambahan. Padahal harusnya untuk beristirahat dan hanya pengukuhan. Aku tau kenapa masih saja latihan, seperti kekhawatiranku, instruktur pasti merasakan lebih dariku. Mereka pasti masih belum percaya pada kami yang diberi tugas berat di pundak kami.
Tapi pada hari H, berkat rasa tanggung jawab pada hati kami masing-masing, berkat doa yang tidak henti-hentinya dibisikkan, tidak disangka-sangka penaikan dan penurunan bendera lancaaaaaaaar selancar jalan tol. Mulus seperti diberi pelumas. Bahkan pada malam resepsi kami diberi nilai 100, sempurna oleh yang tertinggi kami. Magis!!! Ajaib dan tidak bisa dipercaya. Terimakasih Alloh Tuhanku, memberkahi kami. Pasukan Pengibar Bendera Tahun 2013 :)
Terimakasih juga instruktur kami, yang saat ini aku rindukan teriakkan-teriakkannya. Aku sadar, kami sadar segalak-galaknya kalian,itu untuk kebaikan kami. Terimakasih teman-teman satu perjuanganku, ini muara kita. Ini tujuan kita, aku percaya alam pun berbahagia seperti kita. Aku percaya kelak kita akan bertemu kembali dengan kesuksesan dan kebanggan pada sinar mata kita masing-masing. See you next time :)
"Selama ini saya diam!!! Saya malu dengan kalian. Saya marah tapi saya diam. Seolah-olah kalian tidak menghargai danki yang berada di depan ini. Kalian bersenda gurau seenaknya. Belajarlah menghargai orang lain. Kalia tidak tau siapa saya!!! saya memimpin 900 orang dan saya bisa mengendalikannya. Kalian tidak tau siapa saya!!!". Dan dengan polosnya tanpa berdosa aku yang memang sedang bersenda gurau berkata dengan keras,
"Le siapa sih?". Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaak bego memang. Sedang ada yang naik darah emosi tingkat dewa, aku tanpa rasa berdosa menganggap itu candaan saja. Tapi aku memang tidak suka dengan kata-katanya. 'Kalian tidak tau siapa saya'. Ih! Sombong!!! Dan itu membuat teman-temanku ilfeel. Mungkin karena itu lah chemistry kami belum menyatu bahkan sudah dekat hari H. sampai geladi bersihpun tidak lancar. Kesalahan fatal disana sini. Dan membuat instruktur semakin geram saja. Aku yang paling kecil ini sudah tebal hati tebal telinga karena sudah biasa diteriaki dan dihina. Aku memang tidak tinggi-tinggi amat. Tapi toh aku juga bagian dari kalian. Aku yang biasanya tidak pernah kuat lari satu putaran penuh, berkat latihan disini aku kuat lari tiga putaran penuh tanpa henti. Aku yang biasanya mengeluh dan mengeluh, disini aku belajar diam dan menerima. Iya harus menerima, hukuman push-up'pun harus dijalani dengan ikhlas. Dan tentu saja yang terutama aku belajar RELA ,IKHLAS, dan BERKORBAN. Aku harus merelakan mengikhlaskan dan mengorbankan rambutku yang cukup panjang dipangkas habis karena sudah aturannya. Begitu juga kulitku yang cukup kuning langsat menjadi sawo matang, serta ku korbankan waktu belajarku di sekolah. Ups, untuk yang satu ini ada untungnya juga untukku. Aku bisa menghindar dari pelajaran dan kelasku yang lebih mirip neraka. Penghuninya sudah rese abis mirip setan-setan penghuni neraka. Jadi aku bahagia untuk pengorbanan yang satu ini.
Tahun ini tahun yang buruk untuk instruktur. Itu bisa jadi. Karena bertemu dan melatih kami yang terkenal ndableg. Ndableg itu malas. Ya jelas saja, sampai hari karantina, masih saja ada salah satu yang datang terlambat. Bagaimana tidak menjadi tahun malas? Katanya sih baru tahun ini saja. Bisa jadi sih, sampai karantina baru pernah ada latihan tambahan. Padahal harusnya untuk beristirahat dan hanya pengukuhan. Aku tau kenapa masih saja latihan, seperti kekhawatiranku, instruktur pasti merasakan lebih dariku. Mereka pasti masih belum percaya pada kami yang diberi tugas berat di pundak kami.
Tapi pada hari H, berkat rasa tanggung jawab pada hati kami masing-masing, berkat doa yang tidak henti-hentinya dibisikkan, tidak disangka-sangka penaikan dan penurunan bendera lancaaaaaaaar selancar jalan tol. Mulus seperti diberi pelumas. Bahkan pada malam resepsi kami diberi nilai 100, sempurna oleh yang tertinggi kami. Magis!!! Ajaib dan tidak bisa dipercaya. Terimakasih Alloh Tuhanku, memberkahi kami. Pasukan Pengibar Bendera Tahun 2013 :)
Terimakasih juga instruktur kami, yang saat ini aku rindukan teriakkan-teriakkannya. Aku sadar, kami sadar segalak-galaknya kalian,itu untuk kebaikan kami. Terimakasih teman-teman satu perjuanganku, ini muara kita. Ini tujuan kita, aku percaya alam pun berbahagia seperti kita. Aku percaya kelak kita akan bertemu kembali dengan kesuksesan dan kebanggan pada sinar mata kita masing-masing. See you next time :)
Langganan:
Postingan (Atom)









