Pernah tak hiraukan
rasamu. Mengapa kamu selalu saja hadi dalam setiap cerita yang ku kira bisa
membuatku tak ingat lagi denganmu? Ku kira aku sudah benar-benar melupakanmu.
Karna usaha yang selama ini kucoba, bertahun-tahun sudah. Tetap saja hadir
walau hanya sekelebat. Apa rasa ini sudah mendarah daging? Walau aku bersama
yang lain, pun kamu. Sudah bersama yang lain. Kenangan selalu muncul satu
persatu dalam hari hariku. Ada rasa yang tak rela, ketika orang lain mencoba
menghapus segala tentang kita. Begitukah rasa yang aku rasakan? Terlalu dalam?
Apa kamu yang terlalu lama aku kenal? Tetapi sebelum kamu, mereka bahkan sudah
dengan mudah kulupakan. Tapi tidak seperti itukah kamu? Mengingkari kata hati
memang tak mudah, aku sadar diri siapa aku. Aku sudah memiliki cinta yang baru.
Tetapi, hanya sesaatkah? Terasa begitu melelahkan. Ketika hatiku masih
tertambat padamu. Terjebak dalam kisah cinta yang lalu, menyakitkan. Perasaan
yang sama namun keadaan yang berbeda dan tak bisa seperti dulu. Ingatlah, ikatan
yang menyatukan kita memang tak terlihat dan tak nyata, tapi perlu kamu
ketahui, sepertinya Tuhan berkehendak kita bersama. Jangan menentang, aku pun
akan terus merasakan rasa yang akupun tak ingin menghapusnya. Kamu,seperti
selalu ada dalam desah nafasku,tiap hari tiap waktu, selama bertahun-tahun,
begitu sulit menghilangkannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar