Kamis, 14 Agustus 2014

Tetap Menetap

Pernah tak hiraukan rasamu. Mengapa kamu selalu saja hadi dalam setiap cerita yang ku kira bisa membuatku tak ingat lagi denganmu? Ku kira aku sudah benar-benar melupakanmu. Karna usaha yang selama ini kucoba, bertahun-tahun sudah. Tetap saja hadir walau hanya sekelebat. Apa rasa ini sudah mendarah daging? Walau aku bersama yang lain, pun kamu. Sudah bersama yang lain. Kenangan selalu muncul satu persatu dalam hari hariku. Ada rasa yang tak rela, ketika orang lain mencoba menghapus segala tentang kita. Begitukah rasa yang aku rasakan? Terlalu dalam? Apa kamu yang terlalu lama aku kenal? Tetapi sebelum kamu, mereka bahkan sudah dengan mudah kulupakan. Tapi tidak seperti itukah kamu? Mengingkari kata hati memang tak mudah, aku sadar diri siapa aku. Aku sudah memiliki cinta yang baru. Tetapi, hanya sesaatkah? Terasa begitu melelahkan. Ketika hatiku masih tertambat padamu. Terjebak dalam kisah cinta yang lalu, menyakitkan. Perasaan yang sama namun keadaan yang berbeda dan tak bisa seperti dulu. Ingatlah, ikatan yang menyatukan kita memang tak terlihat dan tak nyata, tapi perlu kamu ketahui, sepertinya Tuhan berkehendak kita bersama. Jangan menentang, aku pun akan terus merasakan rasa yang akupun tak ingin menghapusnya. Kamu,seperti selalu ada dalam desah nafasku,tiap hari tiap waktu, selama bertahun-tahun, begitu sulit menghilangkannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar