Senin, 14 Juli 2014

KESALAHAN

Bila memang ada yang membuatku pergi, aku akan pergi, bukan karena kesalahan yang kau perbuat.
Tiada gading yang tak retak, tak ada hal yang tidak ada kesalahan. Seperti itu lah kamu, pun aku. Manusiawi jika kesalahn tak pernah luput mengejar kita. Kesalahan yang kau perbuat memang tak pernah lepas dari amarahku. Namun sadarkah kau jika aku bertahan dengan kesalahan yang kau perbuat? Karna aku tersadar, bahwa aku pun tak kunjung benar dan ada kalanya berbuat salah. Kesalahanmu pun aku selalu saja menjadi alas an goncangan hubungan kita. Ini perihal bagaimana kita menyikapi dan bertahan. Karna yang gagal bertahan, ia lah yang tidak benar-benar memperjuangkan. Bukannya sok bijak atau terlihat dewasa, aku hanya mengutarakan apa  yang aku jalani dan aku pikirkan. Karna aku pernah merasakan dan melihat, dua orang yang memang tidak cocok satu sama lain namun tetap berjalan beriringan hingga semuanya tidak berjalan lancer dan tidak berjalan satu tujuan. Ya, tak usah jauh-jauh, aku merasakannya sendiri dalam lingkup kehidupanku. Aku ingin bertanya, sayang, kita cocok dan kita satu tujuan kan? Kamu memilihku, dan aku menerimamu. Itu artinya kita cocok dan selama hubungan ini berjalan, tak ada pendapat yang terlalu jauh dengan perbedaan. Kita satu tujuan. Kita sama-sama ingin membahagiakan. Kita sama-sama mengucap ‘sayang’. Semoga itu kebenaran. Karna sesungguhnya aku menyayangimu dan akan memberitahumu jika kau salah. Bukan malah menggunakan kesalahanmu sebagai alas an untuk pergi. Karna kesalahanmu adalah kesalahan terbesarku sebagai kegagalan membimbingmu.
Untuk kali ini, semakin meluasnya kamu dengan social, curigaku semakin bertambah dan mengeluarkan banyak pertanyaan. Namun aku selalu meyakinkan diri, ah semoga saja rindumu jauh lebih banyak dibanding dengan curiga yang muncul di otakku. Fatamorgana yang tak pernah habisnya, membayangkan aku yang tersakiti karna ulahmu nanti. Tapi untuk menakuti hal yang belum pasti terjadi, itu bodoh. Namun berjaga-jaga untuk hati. Bimbang memang. Apalagi dengan sikap yang ternyata friendly whatever people. Tau kah kau curiga tetap sama saja menghantuiku setiap waktu? Dalam pikiranku, kamu yang selalu saja datang dan tak henti hentinya singgah dalam pikiranku. Tentu saja bersama curiga. Bukankah cemburu, adalah tanda ketika kehilangan menjadi hal yang menakutkan. Dengan air mata yang hampir jatuh di pelupuk matamu, sudah meyakinkanku bahwa kau memang khilaf dari kesalahanmu. Kesalahan yang tak sadar membuatku sepi. Memang, hal terberat adalah orang lain. Orang lain yang juga memiliki peran dalam penghancur hubungan. Aku hanya takut, orang lain lebih terlihat menarik di matamu dibandingkan aku. Aku hanya takut, orang lain lebih bisa membuatmu tersenyum dibandingkan aku. Aku hanya takut, posisiku tergantikan oleh orang lain. Segala rasa takut ketika ku lihat kau tersenyum lebih riang dengan orang lain dibandingkan denganku. Bukan, aku bukan ingin serakah. Aku juga bahagia jika kamu tersenyum selain denganku. Tapi, inikah termasuk rasa cemburu? Mengertilah cemburuku karna kusayang kau lebih dari siapapun. Dan mengertilah kau milikku dan hanya milikku saat ini dan selama apa yang aku bisa.  –Sekar Aninda 17yo



Nb : Panggilan sayang untuk orang special, jika yang lain melakukan hal sama, tidak special lagi bukan? Jadi,bukan untuk ditiru. Mengertilah :) ;)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar