Sebab pengalaman adalah guru terbaik, maka kita perlu belajar pada "Duka", sebelum akhirnya pandai untuk menjaga "Bahagia".
Perjalananku menuju suatu tempat mengajarkan, bahwa untuk menuju tujuan, memang tak mudah dan tak ada jalan yang mulus dalam mencapai tujuan. ada saja hal yang terjadi. Semua itu memang Tuhan yang rencanakan. Perjalanan yang mengajarkanku, banyak jalan yang harus ditempuh. Jalan yang memutar ataupun mengikuti petunjuk yang ada. begitupun jalan yang harus dipilih, jalan lurus ataupun berbelok. Perihal khawatir merasa tersesat, tak usah takut, pasti selalu ada jalan yang membawamu pulang. Walau harus memutar dan lebih jauh berjalan. Yang terpenting bisa kembali pulang. bahkan saat dijalan yang lurus dan tak berlubangpun, bisa saja takdir membawamu pada luka. Dari orang lain atau dari kecerobohan sendiri. saat itu terjadi, hadapi. Jangan lari dari keadaan, jika kau memang benar perjuangkanlah, perihal kamu menang atau kalah, itu urusan nanti. karna sesungguhnya bagaimana kamu menghadapi, kamu sudah menjadi pemenang yang sebenarnya. Dan saat luka itu timbul, dan cukup parah. Cobalah untuk menyembuhkannya. Membutuhkan penyembuh atau pereda rasa sakit? Sebaiknya penyembuh walaupun luka yang sudah sembuh, tak kan mudah untuk menghilangkan bekasnya.Dan untuk menyembuhkan luka, akan ada saatnya merasakan perih yang begitu
perih. Namun saat kamu bisa menahannya, lukamu perlahan sembuh.
Ini bukan hanya tulisan tentang apa yang aku pikirkan tentang apa yang aku alami, namun juga tulisan yang membuatku sejenak merenung. Seperti hubungan, tak akan ada hubungan yang mudah dijalani. Ada saja yang harus terjadi. Sepengetahuan ataupun tidak sepengetahuan, bahkan hal yang tak pernah dipikirkan sekalipun bisa saja terjadi. banyak pilihan yang memang harus dipilih ketika menjalani hubungan. Entah itu pilihan yang baik untuk satu pihak ataupun jalan yang terbaik untuk kedua pihak. Tentang bagaimana jalannya hubungan itu, tergantung yang menjalani, ketika tidak mengabaikan apa yang buruk di sekitar, atau tentang menyaring bagaimana pendapat orang lain yang melihat, atau tentang mengikuti kata hati masing-masing. Itu semua kembali pada diri sendiri. Tetapi yakinlah, pasti akan ada jalan yang terbaik ketika hubungan tersendat di tengah jalan. Jalan yang terasa pahit atau sebaliknya. Saat hubungan yang baik-baik saja tiba-tiba datang masalah dan menyebabkan luka, jangan pernah melupakan kekuatan senyuman. Karna senyuman itu seperti perban, menutupi luka, walaupun sakitnya masih terasa. Dan jangan takut untuk membuka hati untuk seseorang yang baru, karna jika kamu takut, kamuakan terus larut dalam kesenduan. tentang bagaimana orang itu hadir, sebagai yang membawamu larut dalam kasih sayangnya atau hanya sekedar membawamu terbang lalu menghempaskanmu. Setidaknya kamu sudah mencoba. Untuk memperjuangkan apa yang pantas kamu perjuangkan, kamu memang harus mendapatkan cukup banyak luka dan perih. Tetapi ingat, akan ada pelangi setelah hujan. Nikmati prosesnya. Kamu akan tersenyum lega dan penuh kemenangan ketika kamu mampu melewati jalan yang kau kira sudah buntu dan sudah menyesesatkanmu. Kamu akan tertawa lepas ketika hubunganmu berjalan lancar dan baik-baik saja dibalik cemooh orang lain. Kamu yang merasakannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar