Senin, 01 September 2014

Saat Hujan Mereda

Hujan yang kukira gerimis, ternyata hujan deras. Hujan deras yang kupikir memang ada saatnya mereda kemudian akan turun lagi dengan derasnya,ternyata lambat laut mereda dan memudar. Rinai hujan, bisakah kau lebih lama menghujaniku? Aku tak ingin kehilangan derasnya hujan, bahkan untuk hujan deraspun aku tak rela. aku ingin selamanya hujan gerimis. perlahan-lahan tapi awet dan lebih lama ada. Dibandingkan dengan hujan deras, yang memang akan lebih cepat mereda.
Sebenarnya apa yang membuat hujan ini mereda? Adakah angin yang membawa hujan ke tempat lain? Adakah mentari yang menggantikan hujan? Aku juga tak paham. Yang jelas, aku tak pernah menginginkan hujan deras ini mereda. Awan, buatlah hujan yang lebih deras, namun selalu ada. Apapun caranya.

Untuk menuliskan dengan jelas, aku memang tak punya nyali. Aku tak ingin lebih menyakiti hati dengan apa yang kulakukan padahal selama ini aku dianggap sudah menyakiti. Karna itu, perumpamaan mungkin memang jalan yang terbaik mengungkapkan yang kurasakan dan kupendam. Perumpamaan sederhana yang menceritakan isi hatiku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar