Belajarlah dari apa yang pernah kau alami. Bertahanlah dari apa yang pernah membuatmu terjatuh ...
Selasa, 30 Desember 2014
Sepi itu
Dikatakan sepi, itu hal tidak mungkin. tapi itu yang belakangan ini aku rasakan. atau memang hidupku yang selalu berselimut sepi sejak lahir? memiliki empat orang tua namun tetap merasa sepi dan tidak memiliki siapa-siapa. saudara, banyak. tetapi sepi masih selalu kurasa. teman, entahlah. kurasa tidak ada yang pantas kusebut teman. atau aku yang tidak pantas disebut teman. sepi. masih saja sepi. bahkan ketika aku memiliki orang yang bisa kubagi dengan senyuman atau tangisan, orang yang bisa menjadi sandaran hatiku bahkan ketika aku dilanda sepi. ini sudah bukan hal kecil lagi. bagiku makanan sehari-hari. tiada hari tanpa ku merasa sepi. ini sudah dipenghujung tahun 2014, masih saja sepi. di pergantian tahun nanti, biasanya orang-orang menghabiskan waktu agar mendapat kesan. tapi aku, sampai sekarang tidak punya rencana ingin apa, ingin kemana, dengan siapa. aku selalu berfikir. aku sendirian. tidak memiliki siapa-siapa. tidak berarti untuk siapa-siapa. dan jika aku berkata seperti itu, kekasih hatiku tidak bakal menerimanya, dia selalu bilang "Kamu punya aku". Tapi kenyataannya aku selalu saja merasa sepi. Sendiri.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar