Katanya, dia baik. Dimatanya, dia sosok wanita terbaik untuk hidpunya kini. Jelas saja, wanita ini berbeda dengan yang dulu pernah bersamanya. Aku pun merasakannya. Wanita ini memang baik. Baik di awal dan hanya baik di muka. Sebuah pendahuluan yang berjalan mulus dan lancar tanpa halangan. Sukses baginya ..
Ya. Dimana-mana sosok tiri itu mempunyai karakter antagonis. Kuakui itu. Karna faktanya aku menjalaninya sendiri. Penuh dengan orang-orang asing yang muncul di hidupku. Dan menyingkirkan pemikiran yang sudah bersaang lama dalam memori otakku? Tidak mudah bung! Tidak seperti membalikkan telapak tangan. Semua butuh proses, dan tentu saja bukti! Faktanya aku hidup dengan muka dua. Baik di depan namun aku mengerti ia menusukku dari belakang. Aku korbannya. Hatiku korbannya. Dan kehidupanku korbannya. Aku juga merupakan sebuah bukti hidup. Cerita kelam dari seluk beluk keluargaku yang terpecah belah dan terpisah pisah seperti piring yang terhempas ke lantai dan tercerai-berai. Dia orang baru,orang asing dalam hidupku. Sebelumnya, aku tak pernah mengenalnya. Tapi dia hadir begitu saja dan lagsung menyanding status menjadi ibuku. Tidak,ibuku hanya satu dan takkan pernah ada yang bisa menggantikan kedudukannya dalam hidupku. Bagaimana bisa aku mempercayai bahwa dirinya itu ibu tiri yang baik? Pembukaannya memang begitu indah, dia seperti bidadari surga yang berbisik lembut dan memainkan dawainya. Membuaiku dan saudaraku. Membantu sosok adam ini yang sedang terpuruk dengan kisah cintanya yang lalu dan berawal dari nol lagi. Namun, Bangkai disembunyikan pasti baunya akan tercium juga. Segala keburukan yang selama ini dia himpit dengan rapih akhirnya terlihat setelah menempuh setengah dari perjalanan. Topeng ia pakai terbuka, mentolerir dan memperbudak Superheroku. Bisikan bidadari berubah menjadi auman singa. aku muak!!! Kebusukan itu terlihat jelas sekarang! Membuatku sering menyesali keadaan yang justru harusnya mengajarkanku untuk menjadi sosok yang kuat. Aku tahu sosok adam ini menderita, tapi lihatlah aku. Pahamilah aku. Aku lah yangpaling menderita disini. Buah hati yang terbuang dan terabaikan. Aku hanya secercah masa lalu kehidupan buruknya bukan? Dan kini kehidupan barunya mendesak untuk megabaikan apa yang dulu pernah menjadi bagian hidupnya. Padahal akulah yang leih dulu menjadi arti di hiduonya dibandingkan wanita busuk itu. Wanita yang seakan-akan membat keadaan dan apa yang kulakukan terlihat selalu salah. Bodohnya lagi, sosok adam itu selalu membela dan tidak pernah memperdulikanku. Sempurna. Aku hanya ingin diperdulikan, aku takut merasa sendiri. Aku selalu diburu-buru rasa sepi. Seolah-olah aku hanya sebatang kara di dunia ini. Tak ada yang menyayangi dan tak ada yang peduli. Aku hanya ingin menjadi sebuah arti dan ingin keberadaan yang sama denga anak-anak yang lain. Aku juga ingin merasakan betapa bahagianya disayangi, tidak menahan rasa sakit luka yang telah teroreh permanen dihatiku ini. Lelah aku lelah terus menangis tiap malam meratapi kehidupanku yang mungki beberapa tingkat lebih menyedihkan dibanding yang lainnya.Apa iya aku benar-benar tak berarti? Mungkin jika nafasku berhenti dan tak ada lagi detak jantung di tubuhku, barulah ia sadar arti dari puing-puing masa kekamnya dulu ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar