Selasa, 08 Oktober 2013

Terbiasa

Aku sudah terbiasa menangis ketika malam datang. Ketika aku pulang dari aktivitasku diluar rumah, dan ketika keluargaku sudah berada di rumah. Aku sudah terbiasa menangisi kehidupanku. Aku juga terbiasa menahan sakit dalam dada ini. Aku terbiasa menangis hingga aku tertidur. Aku pun sudah terbiasa dengan air mata. Air mata yang menemenaiku ketika aku merasa sendiri. Ketika aku merasa terabaikan,teracuhkan dan tak berarti. Air mata dan isak tangislah yang menemaniku. Seharusnya aku menjadi sosok yang kuat, tapi kenapa aku menjadi lemah dan cengeng. Ya beginilah aku,terbiasa merasa lelah akan hidupku. Karna aku benar-benar sudah merasa lelah, untuk mempercayai kalimat 'Indah pada waktunya'. Kapan? Sudah sejak lama aku selalu diiringi isak tangis, kapan indah pada waktunya datang? Aku tak ingin menyalahkan keadaan. Aku juga tak ingin berdosa menyalahkan sesuatu Yang Esa. Aku tak mau melakukan hal hina itu. Aku punya iman. Tapi sampai kapan aku terbiasa dengan keadaan yang menyayat hati ini? Seiring keringnya air mata, aku sudah tak mampu menahan pedih yang kurasa tidak akan pernah ada habisnya. Tidak ada satupun yang dapat mengerti aku, yang dapat menemaniku dalam setiap tangisku. Kapan aku bisa tersenyum dalam tidurku? tanpa ada sisa-sisa air mata yang menggenang dan mengalir deras di pipiku? Aku tidak ingin terbiasa mengeluh, tapi aku hanya bisa mengeluh. Apa lagi yang bisa aku lakukan selain itu? Tidak ada yang bisa mengobati luka ini. Bahkan membantuku mengangkat sedikit saja beban hidup ini. Bahkan tidak ada satupun .. entahlah aku bahkan sudah tak tau harus bagaimana lagi .. aku sudah terbiasa mengalami jalan buntu dan lagi-lagi harus terbiasa dengan air mata.
Tuhan, dengan kebiasaanku menangis, apa Kau sedang menitipkan kebahagiaanku pada malaikat? Atau Kau sedang merencanakan hal yang hebat untukku Tuhan? Apa Indah pada waktunya akan segera datang kepadaku? Apakah aku akan menjadi hambaMu yang begitu kuat bila di surgaMu nanti? Apa aku ini istimewa Tuhan? Hingga Kau memberikan masalah dan cobaan begitu berat kujalani .. seperti itukah caraMu mendidikku menjadi sosok yang hebat? Kau Maha Adil .. Kau pasti akan memberikanku kebahagiaan seperti yang lainnya kan Tuhan? Aku mengerti, Kau tlah menyiapkan segalanya. Terimakasih Tuhan. Tapi aku mohon .. Kuatkanlah da berilah aku kekuatan serta kesabaran dengan keadaan yang seperti ini. Kuatkan imanku agar tidak mengambil jalan pintas untuk segera bertemu denganMu ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar