Minggu, 20 Oktober 2013

Lupa atau Melupa?

Senang bukan kepalang saat itu, di hari kamu menghampiriku menuntaskan amarah yang sekian tahun berlangsung. Aku kira semua akan berjalan seperti dahulu lagi, penuh canda, penuh tawa dan tentu saja keakraban yang terjalin seperti hari itu. Namun rupanya Tuhan memang tak pernah ingin didahului. Dugaanku salah. Kita hanya bersatu untuk hari istimewamu itu, hari-hari selanjutnya? Ya, sama dengan hari-hari sebelumnya. Sebelum hari bersejarah dalam hidupmu itu terjadi. Hari dimana umurmu bertambah untuk yang ke 17. Istimewa memang hari itu, seistimewa kelakuanmu yang kini sudah terbaca jelas. Beberapa tahun belakangan ini kita tak saling sapa, kini setelah satu hari penuh kita bersenang-senang, kamu kembali lagi seperti dulu? Kamu lupa atau sengaja untuk lupa? Atau begini saja, aku tarik kesimpulan kamu hanya ingin hari bahagiamu itu mendapatkan yang berbeda? Aku heran, mengapa kamu denga mudahnya datang dan pergi? Bahkan sekarang kita kembali lagi seperti sebelumnya. Pura-pura tidak saling mengenal. Awalnya memang aku kira setelah hari itu, kita sudah kembali dalam lingkaran persahabatan yang sempat tertunda. Selalu dan selalu aku yang menyapa lebih dahulu hingga aku sadar, ternyata kamu tidak mau menyapa sebelum disapa. Lama-lama aku muak kawan, kau memang berbungkus kawanku. Tapi ternyata di dasar hatimu, kau adalah lawanku. Apa kamu tidak pernah berfikir jernih? Tidak pernah memandang dirimu di depan kaca? Bahwa betapa kamu tidak punya malu setelah mengatakan "Tidak akan pernah memaafkanku" beberapa tahun yang lalu atas kesalahan yang aku perbuat, dan hari itu, kamu datang mengemis-ngemis maaf dariku. Aku bukannya membuka kebusukkanmu, tapi sabar ada batasnya. Aku manusia biasa, memiliki ego dan hawa amarah yang kapanpun bisa membara. Kamupun begitu kan? Tentu saja, aku masih ingat betul kata-kata pedasmu beberapa tahun yang lalu. Saat kamu dengan mudahnya membuka semua kebusukkanku dan dengan tanpa dosa bergabung dengan musuhku. Aku berusaha memaafkannya, tapi aku tidak bisa melupakannya sobat. Sekarang, beberapa bulan setelah hari pesta itu usai, aku hanya ingin bertanya bagaimana kabarmu? Kita sudah tidak bisa menjalin persahabatan sedekat dulu ya? Mungkin, karna kamu, sudah lupa atau melupa tentang perdamaian kita beberapa saat yang lalu. Dengan mudahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar