Senin, 09 Juni 2014

HARUS BEGITUKAH?


Oh, jadi seperti pertemanan jaman sekarang. Aku yang tak mengerti atau memang jaman sudah berubah. Ketika yang dibaikin tiba-tiba menusuk dari belakang. Air susu dibalas dengan air tuba. Tidak tahu balas budi. Aku bukannya ingin menjudge orang. Aku menulis karna aku tak tahu lagi harus berbuat bagaimana dan berbuat apa. Perihal tentang pertemananku yang memang tak bisa diperbaiki lagi, bahkan justru makin membesar dan menjadi-jadi gejolak apinya. Aku memang bermasalah dengan dia. Mungkin sudah hamper tepat disebut musuh. Tapi apa iya dia harus membuat temannya yang juga temanku sama-sama memusuhiku? Oh jadi seperti itu. Ketika teman memilki musuh, maka dia musuh kita juga. CHILDISH. Iya, itu kata yang paling tepat untuk pemikiran macam itu. Selama aku berteman, aku tak pernah menyuruh untuk memusuhi musuhku. Karna aku sadar, untuk apa dan apa untungnya jika temanku ikut memusuhi musuhku. Kamu, pernah malah berfoto dan jalan bareng musuhkukan? Dan apa peduliku? Hanya marah dan mendiamkan diri. Menahan bahwa sebenarnya dongkol ketika sahabat kita tidak memandang bagaimana hati kita. Aku tak mempermasalahkan hal itu.
Sekarang aku heran. Benar-benar heran. Mereka dengan mudahnya menyebutku licik? Aku berbuat salah apa dan apa yang salah dariku? Ketika aku dan mereka sedang baik-baik saja dan tidak ada apa-apa. Aku paham. Tidak akan ada asap ketika tidak ada api. Hey teman, api yang disumat besar sekali ya? Sampai-sampai mulut kalian berkreasi dengan sesuka hati. Pernahkah memikirkan perasaan orang lain? Begini saja, apakah hidupku terlalu menarik untuk kalian usik? Apa kalian tidak memiliki urusan hidup ketika kalian mengurusi urusanku? Hey teman, aku bingung. Aku benar-benar bingung. Kenapa aku yang ada masalah dengan musuhku, kalian yang kuanggap teman malah justru ikut menjatuhkanku. Iya aku mngerti sekali lagi, kalian ingin membuatku menjadi pribadi yang kuat.

Aku percaya jika Tuhan itu Maha Adil dan Maha Bijak, tak henti-hentinya aku mengadahkan tangan dan kepala. Memohon padaNya untuk dibimbing dan dituntun untuk menjadi pribadi yang baik. Diberi kesabaran yang lebih pula untuk mendengar cacian makian mereka yang memang ingin menyelami hidupku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar