Selasa, 10 Juni 2014

Ujung Seperti Apa

Arus sungai yang mengalir pasti ada muaranya. Entah bermuara di danau tenang, bermuara di laut lepas, ataupun bermuara air tawar dan payau. Segala yang mengalir pasti ada ujungnya. perihal seperti ujungnya, itu tergantung bagaimana kita melewati arus, melawan atau mengikuti alur. Seperti apa yang telah kulalui.
Aku berusaha mengikuti arus kehidupanku. walau terseret-seret, aku terus mencoba mengikuti arus. Menikmati setiap masalah yang kuhadapi. Aku terlalu takut untuk melawan arus. bingung dengan keadaan yang nantinya tak terduga dan berbalik dengan apa yang harusnya aku jalani. dalam melewati arus selalu saja ada sesuatu yang menghalangi. entah itu pohon,sampah,bebatuan ataupun lumpur. terjun dan berbelok. mengikuti aruspun tak mudah. aku berfikir ... bagaimana jika aku melawan arus? sepertinya aku tak sanggup. jika hatiku bisa beerbicara, sekarang ini pasti sudah meronta-ronta ingin keluar dari pusaran masalah. ingin menghanyutkan diri ke air tenang. namun jangan salah, air tenangpun dapat menghanyutkan. seperti sekarang ini, seseorang yang kuanggap baik dan tak akan menusukku dari belakang, ternyata ia menghanyutkan. diam, namun ganas. membawaku dalam pusaran masalah yang benar-benar deras. dimana penghujungnya? dimana muaranya? apa aku terus harus mengikuti arus? air semakin bertambah tinggi, semakin deras arusnya dan semakin keruh. ada hujan yang datang menambahi, ada arus air yang ikut mengalir, ada juga di tepi yang ikut masuk ke dalam pusaran air. semakin tinggi semakin meluap. aku hampir tenggelam. ah, menyedihkan. aku tak boleh terlihat lemah. semakin tinggi air yang menerjang, harusnya aku bukan menenggelamkan diri, tetapi harus membawa tubuhku mengapung, melawan arus jika memang perlu, dan mencari air tenang dangkal yang tidak keruh. jika aku terus saja mengikuti arus, bukankah aku tidak pernah mencoba bagaimana melawan arus. dan aku akan menjadi pecundang. untuk seperti apa ujung yang akan kutemui nanti, bukankah itu tergantung bagaimana aku menjalaninya. setiap jalan tak pernah akan ada yang mulus, akan ada saja batu kerikil yang menghalangi. seperti sebuah meja kayu. semakin di amplas, akan semakin halus dan bagus. begitulah aku. semakin pusaran arus dalam hidupku bertambah, aku akan menjadi pribadi yang kuat dan pribadi yang baik. Believe it and life must go on!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar