Hari ini
mungkin memang bukan hariku. Mungkin memang hari ini sedang tidak berpihak
padaku. Kurasa Tuhan marah padaku. Mungkin Dia geram melihatku melakukan
hal-hal yang kurang baik beberapa hari ini. Hingga Tuhan murka padaku dan
menuliskan cerita buruk padaku hari ini.
Kurasa aku
memang pantas mendapatkannya.
Memang aku
yang terlalu malas. Hingga mamahku juga merasa jengkel karena pekerjaan rumah
tangga yang terbengkalai tak kukerjakan. Syukurlah semua sudah kubereskan
hingga bisa mengurangi kejengkelannya padaku.
Memang aku
yang terlalu bodoh. Hingga aku tak bisa lepas dari hp ketika ulangan
berlangsung. Dan pengawas meminta hpku yang sedang kugunakan browsing. Aku pantas
mendapatkannya, karena aku terlalu sibuk menangisi hal bodoh semalaman suntuk. Harusnya
aku belajar mempersiapkan ulangan. Dan aku tinggal menyiapkan mental untuk
mengahadapi wali kelas,guru maple,om dan ayahku yang akan mengomeliku
habis-habisan. Mental dan stock air mataku harus lebih kali ini.
Memang aku
yang terlalu tolol dan terbelakang dalam segala perhitungan. Hingga aku tak
bisa mengerjakan satu soalpun ulangan fisika yang berjumlah sepuluh nomor. Memang
aku sangat tolol. Dan aku pantas menerimanya.
Memang aku
yang terlalu pemarah. Hingga kekasihku sendiripun mungkin sudah muak dengan
kelakukanku. Percumah pula aku mencoba memperbaiki jika hatiku pun masih
menggebu-gebu untuk menghakimi. Menjauh dan meninggalkanku mungkin memang
pantas dia lakukan untukku.
Memang aku yang
terlalu tidak dalam jiwaku hari ini. Terlalu tidak focus dan terlalu lemah atas
kejadian yang terjadi. Hingga mengendarai motor dalam keadaan pulangpun hampir
saja mobil mencium sepeda motorku. Sebenarnya aku mengakui itu hal yang pantas
untukku. Tapi sayang sekali tubuhku masih utuh hingga sampai ke rumah.
Memang aku
yang terlalu sial hari ini. Hingga hampir selesai menulis keluhanku dalam blog
lewat handphone tiba-tiba terpencet tombol kembali dan menghilanglah semua
tulisanku sampai aku harus mengulangi menulis dari awal. Kata yang sudah
kurangkai tidak tersusun dengan baik dibandingkan dengan tulisan sebelumnya.
Badday pasti
berlalu. Hari buruk pasti akan kulewati. Dunia berputar. Ada kalanya aku
dibawah dan ada kalanya aku diatas. Tak apa mong. Tak apa jika saat ini aku
harus duduk sendirian dibawah hujan. Hanya berbicara dengan kucing peliharaanku
seperti orang bodoh. Satu-satunya yang masih mau mendengarkanku, satu-satunya
yang tak marah padaku, satu-satunya yang bisa kubagi dengan segala tangisku. Jadi
aku tak perlu merasa sakit hati karena kucingku tak akan bisa mengatakan aku
akan datang padanya disaat aku sedih. Aku pantas menerima semua kejadian hari
ini. Aku pantas untuk menangis sendiri. Aku pantas tidak ada yang menemui dan
menemaniku. Apalagi menyerahkan bahu dan pundaknya untuk kusandarkan kepalaku. Aku
pantas jika memang aku merasakan sakit sendirian. Dan aku pantas menyemangati
diriku sendiri. Karena memang aku tak memiliki siapa-siapa yang peduli padaku lagi.
Aku mungkin memang terabaikan dan tak ada artinya. Aku pantas menerima semua
ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar