Kamis, 16 Oktober 2014

It's Not My Day

Hari ini mungkin memang bukan hariku. Mungkin memang hari ini sedang tidak berpihak padaku. Kurasa Tuhan marah padaku. Mungkin Dia geram melihatku melakukan hal-hal yang kurang baik beberapa hari ini. Hingga Tuhan murka padaku dan menuliskan cerita buruk padaku hari ini.
Kurasa aku memang pantas mendapatkannya.

Memang aku yang terlalu malas. Hingga mamahku juga merasa jengkel karena pekerjaan rumah tangga yang terbengkalai tak kukerjakan. Syukurlah semua sudah kubereskan hingga bisa mengurangi kejengkelannya padaku.
Memang aku yang terlalu bodoh. Hingga aku tak bisa lepas dari hp ketika ulangan berlangsung. Dan pengawas meminta hpku yang sedang kugunakan browsing. Aku pantas mendapatkannya, karena aku terlalu sibuk menangisi hal bodoh semalaman suntuk. Harusnya aku belajar mempersiapkan ulangan. Dan aku tinggal menyiapkan mental untuk mengahadapi wali kelas,guru maple,om dan ayahku yang akan mengomeliku habis-habisan. Mental dan stock air mataku harus lebih kali ini.
Memang aku yang terlalu tolol dan terbelakang dalam segala perhitungan. Hingga aku tak bisa mengerjakan satu soalpun ulangan fisika yang berjumlah sepuluh nomor. Memang aku sangat tolol. Dan aku pantas menerimanya.
Memang aku yang terlalu pemarah. Hingga kekasihku sendiripun mungkin sudah muak dengan kelakukanku. Percumah pula aku mencoba memperbaiki jika hatiku pun masih menggebu-gebu untuk menghakimi. Menjauh dan meninggalkanku mungkin memang pantas dia lakukan untukku.
Memang aku yang terlalu tidak dalam jiwaku hari ini. Terlalu tidak focus dan terlalu lemah atas kejadian yang terjadi. Hingga mengendarai motor dalam keadaan pulangpun hampir saja mobil mencium sepeda motorku. Sebenarnya aku mengakui itu hal yang pantas untukku. Tapi sayang sekali tubuhku masih utuh hingga sampai ke rumah.
Memang aku yang terlalu sial hari ini. Hingga hampir selesai menulis keluhanku dalam blog lewat handphone tiba-tiba terpencet tombol kembali dan menghilanglah semua tulisanku sampai aku harus mengulangi menulis dari awal. Kata yang sudah kurangkai tidak tersusun dengan baik dibandingkan dengan tulisan sebelumnya.


Badday pasti berlalu. Hari buruk pasti akan kulewati. Dunia berputar. Ada kalanya aku dibawah dan ada kalanya aku diatas. Tak apa mong. Tak apa jika saat ini aku harus duduk sendirian dibawah hujan. Hanya berbicara dengan kucing peliharaanku seperti orang bodoh. Satu-satunya yang masih mau mendengarkanku, satu-satunya yang tak marah padaku, satu-satunya yang bisa kubagi dengan segala tangisku. Jadi aku tak perlu merasa sakit hati karena kucingku tak akan bisa mengatakan aku akan datang padanya disaat aku sedih. Aku pantas menerima semua kejadian hari ini. Aku pantas untuk menangis sendiri. Aku pantas tidak ada yang menemui dan menemaniku. Apalagi menyerahkan bahu dan pundaknya untuk kusandarkan kepalaku. Aku pantas jika memang aku merasakan sakit sendirian. Dan aku pantas menyemangati diriku sendiri. Karena memang aku tak memiliki siapa-siapa yang peduli padaku lagi. Aku mungkin memang terabaikan dan tak ada artinya. Aku pantas menerima semua ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar