Ini jauh lebih baik daripada aku harus berbicara pada
tembok. Tapi meulis blog membuat perasaanku lebih baik.
Untuk saat ini, kalo di film-film adegan yang tepat adalah
aku keluar rumah kabur dengan isak tangis, minum-minuman keras di club dugem.
Makan apapun dan menangis di keramaian. Setelah itu tidak pulang
berbulan-bulan. Penampilan berubah jadi kusut, berantakan. Dan menjadi tidak
peduli dengan sekitar.
Yah, tapi aku dikehidupan nyata. Duniaku tidak semudah itu
jika aku putus asa. Aku Cuma bisa menangis sendirian, curhat dengan
tembok,berharap perasaan jauh lebih baik pagi harinya dengan tidur. Serta
marah-marah di social media. Ya, social media memang tempat terbaik meluapkan
amarah. Siapa peduli? Di dunia nyata bahkan yang terdekatpun tidak peduli.
Kedua orangtuaku tidak beres. Yang satu hanya bisa
marah-marah tiap hari, menganggap apapun yang kulakukan salah dan memusingkan.
Yang satu hanya bisa membelikan apaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaapun yang aku inginkan.
Tetapi sebenarnya tidak mempedulikanku. Mereka bercerai dan saling menikah
dengan orang yang salah menurutku. Saling memiliki anak yang baru yang lebih
mereka sayang. Aku yang tidak pernah ditanyai bagaimana sekolahku. Aku yang
tidak pernah diajak bercanda dan tertawa bersama. Aku yang tidak pernah diutamakan.
Hahha aku yang terlupakan.
Teman sekelasku terlalu baik. Setahun lebih mengabaikanku
yang memang berada disitu tetapi dianggap angin lalu. Setahun lebih
mengabaikanku tanpa alasan yang jelas. Setahun lebih memaksaku menahan sakit
perih dan berusaha bersemangat sekolah berpura-pura bahwa semuanya baik-baik
saja.
Tuhan baik padaku. Aku juga tidak dikelilingi orang yang
memperdulikanku. Dunia hampir kiamat? Atau hanya duniaku yang hampir kiamat?
Tidak adakah yang memperdulikanku? Tidak adakah yang membelaku?
“Apapun yang aku lakukan selalu salah. Aku benci diriku
semua tentangku. Aku benci diriku melebihi orang lain.” – Captain Jack.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar