Nafasku belakangan ini menjadi tak ada artinya lagi untuk siapapun. Terutama teman-temanku di kelas. Tunggu, apa mereka masih pantas disebut dengan 'teman'? Baiklah. Aku menuruti guru BK'ku yang bijak. Mendengarkan curhatanku dan membantu menyelesaikan masalahku. Aku sudah bahagia, sudah rada lega saat Ayahku menanyakan apa inginku dan bahkan menawarkanku pindah sekolah ke kota sebelah. Tentu saja kujawab YA dengan lantang. Aku tak betah. Aku benci dan aku muak dengan teman-teman sekelasku. Tapi seperti yang kudengar dari mulut-mulut yang tak pernah berhenti menasehatiku, aura positif akan mengeluarkan hal yang positif pula. Oke, sebagai pembuktian, sekarang jika aku berkata 'Jangan bayangkan Monas". Tapi tentu saja hal yang terfikirkan setelah mendengar kalimat itu adalah monas. Ya tentu saja, seperti itu lah pemikiran kita. Kita harus memikirkan hal hal yang positif agar kita berperilaku positif juga. Saat aku merasa sangat sendiri, aku berfikir, mungkin diluar sana masih banyak yang merindukan dan membutuhkan diriku. Dan ketika aku berceloteh tentang apa yang ditawarkan Ayahku pada salah satu teman dalam organisasiku, dia berkata "Pikir lagi, kamu harus berfikir dua kali. Jangan seperti itu,kasihan yang masih care dan membutuhkan kamu.". Nah, itu salah satu bukti masih ada yang menganggap aku berarti. Baiklah, aku berfikir positif dan aku tidak menyerah.
Hari ini saat salah satu teman 'terbaikku' absen ke sekolah dengan alasan kakinya keseleo, aku simpati padanya. Dan tanpa rencana, aku hanya mengajak satu kali pada ketiga temanku. Diluar fikiranku ternyata mereka mau, tanpa keberatan. Dan aku bahagia, mereka juga tidak pandang bulu. Tidak pernah membahas hal-hal yang menyakiti hatiku, aku tahu mereka berbeda jenis denganku. Aku heran, kenapa aku lebih bisa bergaul dengan lawan jenis dibandingkan yang satu jenis. Nafasku terasa menyenangkan, bebanku terasa ringan hari ini. Sejenak aku lupa akan masalah-masalah berat yang tiap waktu menekanku. Aku hanya ingin melangkah pasti tanpa beban. Sungguh. Tapi aku percaya dengan hari ini bahwa aku tak pernah sendiri. Bila memang nafasku tak berarti dalam keluargaku, nafasku masih berarti di semua kawan-kawanku.
Aku hanya butuh support kalian selalu. Aku tak ingin sendiri. Jangan pernah tinggalkan aku kawan .. Aku sudah terlalu sering merasakan kesendirian :')
Terimakasih kalia menghargaiku dan membuat nafasku lebih berarti :')






Tidak ada komentar:
Posting Komentar