Selasa, 30 September 2014

Berteman Sepi

Warkope nyong, Kamis, 25 September 2014
Malamku tak pernah lagi sama seperti malam sebelumnya. Malamku tak seriuh malam malam sebelum ini. Malamku tak pernah lagi menggairahkan seperti sebelumnya. Semenjak orang-orang yang kuanggap berarti di hidupku satu persatu mendapatkan malam yang baru. Mungkin karena denganku, malam menjadi tak begitu mengasyikkan. Malam ini aku sengaja berteman sepi. Aku membelah angin tak ditemani siapapun. Tak seperti sebelumnya, selalu ada yang membalas tawa dan gurauku ketika membelah angin senja. Dan ketika aku berteman sepi, aku menemukan apa yang pernah aku lalui. Membuat embun mataku jatuh menghias perlahan, basahi kedua pipiku. Berpapasan denganmu, yang kuharap melempar senyum namun ternyata justru membuang muka. Mengacuhkanku. Semudah itu mengabaikanku, mungkin aku memang tak berarti.

Berteman sunyi begitu menyiksaku. Tak bisakah aku kembali pada malam-malam sebelumnya? Ketika tiap detik menitnya begitu berharga untukku. Ketika canda tawa begitu mahalnya kini kurasa. Semuanya. Aku ingin kembali pada malam-malam yang kulewati begitu saja dahulu. Dan ternyata malam yang baru tidaklah sama seperti malam yang selalu kulewati denganmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar